Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pasien Covid Dilarang Dimakamkan di TPU, Warga Jagir Surabaya Protes Rumah Sakit

Sugeng (56) warga Jagir Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) –  Sugeng (56) harus rela kesana-kemari untuk memastikan tempat peristirahatan bagi ayah kandungnya yang meninggal dan divonis covid oleh salah satu rumah sakit di Surabaya, Selasa (08/03/2022). Ia kebingungan lantaran merasa peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah berbeda.

Ditemui awak media di halaman salah satu rumah sakit di Surabaya, Sugeng mengaku mendapatkan informasi jika pemakaman pasien covid diperbolehkan dimakamkan di tempat umum atas izin dari RT hingga Kecamatan.

“Aturan perwali tentang protokol pemakaman covid 19 memperbolehkan dimakamkan di tempat umum tapi dengan syarat harus melapor ke RT,RW, Kelurahan dan Kecamatan,” ujarnya.

Ia lantas membandingkan dengan informasi yang didapat dari pihak rumah sakit bahwa jenazah covid harus dimakamkan di tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Saya berpegang teguh dengan aturan perwali mas untuk segera keluarga saya dimakamkan di pemakaman umum tidak mau di tempat pemakaman covid, persyaratan saya sudah lengkap mas tapi kenapa harus diberikan dengan aturan yang baru,”keluhnya.

Sementara itu, pihak rumah sakit ketika dimintai keterangan beralasan mengikuti aturan yang ada, “kami ikuti yang ada saja, terserah bapaknya mau memprotes,” ujar narasumber yang tidak ingin namanya disebut.

Beritajatim lantas menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina lewat pesan singkat Whatsapp dan telepon. Namun, hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar