Peristiwa

Pasca Ricuh, Hari ini Pilkades Lanjutan Juruan Laok Digelar, Polisi Geledah Badan Warga ke TPS

Sumenep (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Kamis (14/11/2019) digelar di Dusun Kabbuan, di sebuah tanah pecaton. Pilkades lanjutan tersebut dilakukan setelah pada Pilkades serentak Desa Juruan Laok 7 November lalu, berakhir dengan kericuhan.

Dalam pelaksanaan Pilkades lanjutan teraebut, aparat keamanan seakan tidak ingin kecolongan dan menerapkan sistem pengamanan cukup ketat di lokasi. Warga yang akan masuk ke lokasi harus melalui sweeping berlapis. “Kami harus lakukan ini demi menjamin terlaksananya Pilkades lanjutan yang aman dan lancar. Kami tidak ingin terjadi kericuhan lagi seperti Pilkades seminggu lalu,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.

Personel keamanan yang diterjunkan ke lokasi Pilkades juga tidak tanggung-tanggung. Ada sekitar 327 personel polisi termasuk 1 peleton Brimob, TNI, Satpol PP dan Linmas. “Kami hanya ingin memberikan rasa aman bagi warga yang akan menggunakan hak pilihnya di Pilkades lanjutan ini,” tandas Widiarti.

Pilkades Juruan Laok, Kecamatan Batuputih pada Kamis (07/11/2019) berakhir ricuh. Massa dari calon kepala desa yang tidak lolos seleksi merasa tidak puas dan mengamuk. Massa merusak kotak suara dan merobek surat suara. Massa juga merobohkan terop dan merusak kursi di lokasi Pilkades. Massa semakin tidak terkendali. Batu mulai dilempar ke arena Pilkades. Akibatnya warga yang akan melakukan pencoblosan pun panik dan berteriak ketakutan. Pelaksanaan Pilkades pun terpaksa dihentikan.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya bukti rekaman video, potongan kursi plastik, kursi kayu, sobekan kertas suara, kemudian kotak suara dan bilik suara yang rusak. Polisi juga telah menangkap 4 tersangka pelaku perusakan dalam Pilkades Juruan Laok. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar