Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pasca Bentrokan Silat, PCNU Lamongan: Menyakiti PN Berarti Menyakiti NU

(dok.Prokopim Lamongan) Kegiatan pengesahan anggota baru PN di PP Roudlotul Mutaabbidin Solokuro Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Pasca terjadinya bentrokan yang diduga melibatkan sekawanan pemuda yang tergabung dalam organisasi pencak silat hingga mengakibatkan 3 korban dengan luka yang cukup parah, di kawasan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, pada Rabu (20/10/2021) kemarin.

Kini, sejumlah pihak menyoroti insiden bentrokan tersebut dan memberikan komentarnya, di antaranya adalah Sekjen PC Pagar Nusa Lamongan Agus Muhammad Haris. Pihaknya menegaskan, bahwa Pagar Nusa (PN) bukanlah perguruan, namun Badan Otonom milik Nahdlatul Ulama (Banom NU) yang berbasis profesi.

“Pagar Nusa itu pewaris para ulama yang menjaga tradisi NU dan bergerak melaksanakan kebijakan NU pada pengembangan seni, tradisi, budaya, olahraga bela diri pencak silat, ketabiban, dan pengabdian masyarakat,” terang Agus Haris kepada wartawan, Kamis (21/10/2021) sore ini.

Selain itu, Agus Haris menambahkan, PN ini didirikan oleh para masyayikh NU untuk menegakkan paham Ahlussunah Waljamaah di tengah-tengah kehidupan masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Intinya, pendirian pencak silat Pagar Nusa ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Masyayikh dan para Kiai NU untuk mempertahankan tradisi yang baik. Lantaran lahir dari karya sentuhan para kiai tersebut, para warga PN sangat menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur dan taat Kiai,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua PCNU Lamongan, KH Supandi Awaludin kembali mengatakan, bahwa pihaknya mengecam keras dan menyayangkan kejadian bentrokan yang terjadi kemarin.

“Iya, kami menyayangkan kejadian yang selalu berulang tersebut dan selalu anak Pagar Nusa yang menjadi korban. Perlu diketahui untuk kita semua, bahwa PN adalah salah satu banom NU yang bertugas menggali, mengembangkan, dan melestarikan pencak silat NU. PN itu warisan wali songo. Kalau NU itu kepunyaan para wali Allah, berarti Pagar Nusa sama dong,” ungkap KH Supandi.

Lebih lanjut KH Supandi meminta kepada petugas yang berwenang untuk segera mengusut tuntas siapa dalang atau pelaku dibalik terjadinya bentrokan tersebut. “Karena PN adalah anak kandung NU, maka menyakiti PN berarti menyakiti NU juga,” tandasnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar