Peristiwa

Pasca Banjir, Sejumlah Tanggul Sungai di Mojokerto Rusak

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini.

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait. Ini menyusul tanggul sejumlah sungai juga mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, rakor digelar bersama instansi terkait membahas penanganan pasca banjir dan kerusakan tanggul. “Ada Dinas PUPR, BBWS Solo, BBWS Surabaya, PSDA Provinsi Jatim, PJT Lengkong, Disperta, Camat dan Kepala desa di wilayah terdampak,” ungkapnya, Jumat (26/2/2021).

Para Camat  itu meliputi, Camat Pungging, Mojosari, Dawarblandong, Mojoanyar, Ngoro dan Sooko dan Kepala Desa (Kades) yang wilayahnya terdampak banjir serta ada ancaman bencana hidrometeorologi. Rakor yang dipimpin Plh Bupati Mojokerto di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tersebut menghasilkan beberapa hasil.

“Pasca banjir akibat luapan di sejumlah sungai, terjadi kerusakan tanggul dan sumbatan pada bendungan avour maupun anak. Seperti di Kali Sadar, Sungai Brangkal dan lainnya. Hasil rakor, BBWS Solo meminta pembebasan lahan seluas 40 ha untuk Penanggulangan Bencana banjir di Dawarblandong. Yakni Kali Lamong,” katanya.

Masih kata Zaini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya juga memaparkan program kerja lanjutan di anak Kali Sadar pada pertengahan tahun 2021. Dengan anggaran sebesar Rp50 milyar tersebut, pembangunan akan dilanjutkan dengan fokus di Kecamatan Mojoanyar, Bangsal, Pungging dan Mojosari.

“PSDA juga memaparkan kewenangan pengelolaan avour sungai dan disepakati jika mekanisme PKS antara BBWS Solo, Surabaya dan PSDA. Jika Pemda ingin memperbaiki tanggul maupun normalisasi bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan. Rakor ini digelar pasca banjir di sejumlah wilayah beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Zaini menjelaskan, pintu air DAM Rolak 9 Sungai Brantas di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Kamis (25/2/2021) kemarin dibuka empat pintu. Air Sungai Brantas yang mengarah ke Sungai Porong 222.49 m³/detik, elevasi 17.87 m dengan tinggi bukaan 120 cm. Sementara, debit air untuk yang mengarah ke Kali Emas 45.68 m³/detik.

“Pintu air DAM Rolak 9 yang mengarah ke Kali Emas dibuka 2 pintu, debit air 45.68 m³/detik, elevasi 17.89 m dengan pintu 1 tinggi bukaan 125 cm dan pintu 2 tinggi bukaan 70 cm. Kondisi ini masih normal. Petugas tetap stanby, PMK di Posko Jabon dan Mojosari dan TRC di Posko Jabon,” jelasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar