Peristiwa

Pasca Banjir Bandang, Pengungsi Sempat Deg-degan

Bupati Ipong Muchlissoni saat mengunjungi posko pengungsian. [foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada sekitar 29 KK (kepala keluarga) atau 95 jiwa mengungsi pasca banjir bandang menerjang Dusun Jurang Sempu, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Ponorogo pada Kamis (19/3/2020) sore. Kebanyakan yang dikeluhkan oleh pengungsi ialah pusing dan hatinya berdebar-debar.

Kondisi itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. Menurutnya, hal tersebut disebabkan mendengar deruan banjir yang membawa reruntuan bebatuan dan pohon. “Mungkin pasca kejadian masih syok, namun setelah diperiksa kesehatannya semuanya dalam keadaan baik,” kata Irin sapaan drg. Rahayu Kusdarini, Jumat (20/3/2020).

Meski kondisi warga tidak mengkhawatirkan, Dinkes Ponorogo menyiagakan tenaga kesehatan di posko pengungsian. Sehingga jika warga sewaktu-waktu memerlukan pengobatan bisa langsung tertangani. Sedangkan untuk pengungsi yang memiliki balita, lanjut Irin, kebanyakan mereka mennumpang di rumah saudaranya yang lebih aman. Sehingga kondisinya tidak masalah.

Selain itu, di setiap desa ada bidan desa yang rutin memantau keadaan balita tersebut. “Secara umum, pengungsi baik dewasa maupun balita dalam keadaan sehat. Kami siagakan tenaga kesehatan di posko pengungsian,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Ipong Muchlissoni meninjau lokasi yang terdampak akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Jurang Sempu Desa Dayakan. Selain merusak 6 rumah, air yang yang bercampur material bebatuan dan pohon-pohon itu juga menghanyutkan jembatan.

Alhasil ada 75 jiwa yang berada di lingkungan Ogal-agil terisolir. “Jembatan yang hanyut itu merupakan akses utama warga lingkungan Ogal-agil untuk keluar desa maupun ke kota,” kata Ipong.

Supaya akses bantuan maupun kegiatan ekonomi kembali berjalan, Ipong memerintahkan dinas terkait untuk segera membangun jembatan darurat. “Mungkin hanya bisa dilewati oleh sepeda motor saja. Yang penting bisa untuk lalu lintas barang, sehingga ekonomi warga kembali normal,” katanya.

Sedangkan untuk jangka menengah, pihaknya akan membangun jembatan permanen yang lebih kuat dan aman. Sehingga kelak jika terjadi lagi banjir bandang, tidak akan terdampak. “Dibangun jembatan sementara, untuk menengah diusulkan pembangunan jembatan permanen,” katanya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar