Peristiwa

Pasar Kedanyang Gresik Ditutup Selama Seminggu

Gresik (beritajatim.com) – Imbas penyebaran virus Covid-19 yang terus meningkat di wilayah Kabupaten Gresik, berdampak pada aktivitas perdagangan utamanya di sejumlah pasar. Ada dua pasar yang terpaksa harus diminimalisir aktivitasnya.

Salah satu pasar yang dimaksud adalah Pasar Kedanyang yang berada di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik. Pasar yang berada di samping masjid itu telah dipasangi garis berwarna hitam dan kuning memanjang di depan pintu masuk. Sejumlah lapak pedagang tampak sepi. Tidak ada aktivitas jual beli di pasar tersebut.

Kepala Desa Kedanyang, Achmad Mustofa mengatakan, Pasar Kedanyang tidak dilakukan penutupan. Tapi, para pedagang tidak boleh berjualan selama seminggu. “Bukan ditutup tapi kita sterilkan,” katanya, Senin (29/06/2020).

Ia menambahkan, pedagang mulai besok tidak diperbolehkan berjualan hingga seminggu kedepan. Saat kondisi pasar yang kosong kami manfaatkan untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh. “Pasar Kedanyang disemprot disinfektan. Hal ini karena masih banyak pasien yang terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Mustofa menyebut jika sterilisasi pasar ini akibat data Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 di Gresik ada sembilan sebaran pasien positif covid-19

Sementara, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Pedagangan (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui jika pasar Kedanyang akan disterilisasi. “Pasar Kedanyang saya belum tahu kalau mau disterilisasi,” kata dia.

Masih menurut Agus, untuk pasar ikan Balongpanggang terpaksa ditutup hanya separuh saja. Menindaklanjuti temuan pedagang yang kedapatan hasil rapid tesnya reaktif. “60 pedagang di pasar tersebut di rapid test, 14 diantaranya reaktif,” paparnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar