Peristiwa

Pasar Baru Magetan Dipercantik, Puluhan Pedagang Tergusur

Lapak kaki lima Surati, di Jalan Bali, Magetan. [Foto/Ade Mas Satrio Gunawan]

Magetan (beritajatim.com) – Perbaikan pasar baru berimbas ke puluhan pedagang. Adanya eskalator justru membuat mereka terpaksa angkat kaki. Padahal, lokasi itu jadi tempat mereka mencari sesuap nasi sejak puluhan tahun silam.

Salah satu pedagang yang tergusur Surati (49). Sebelumnya, ia memiliki toko kelontong di bawah tangga yang saat ini dipasangi eskalator. Dirinya bersama puluhan pedagang yang lain harus pindah ke tempat yang disediakan, namun lebih kecil.

“Sejak direnovasi disuruh pindah dan diberi tempat di sisi utara pasar. Tempatnya kecil dan sepi karena jalan buntu. Orang lewat saja tidak ada. Akhirnya saya menyewa di luar dan membangun sendiri kiosnya, agar laku,” cerita Surati kepada beritajatim.com, Minggu (14/2/2021).

Tidak hanya Surati yang memutuskan pindah dari tempat yang disediakan. Puluhan pedagang lain juga ikut pindah. Memilih berjualan di luar pasar, di tepi Jl Bali, Kelurahan Kepolorejo.

Untuk kembali ke tempat awal mereka dilarang karena lokasi mereka diganti eskalator dan tempat-tempat duduk. Seluruh pedagang dilarang untuk berjualan di sekitar eskalator tersebut. “Padahal di tempat awal bejualan sudah mapan, sudah banyak pelanggan. Lokasi tempat berjualan tersebut sudah 24 tahun,” kata Surati dengan nada kecewa.

Surati dan puluhan pedagang lain mengaku hanya bisa pasrah di tengah pandemi saat ini. Ekonomi sulit, jualan sepi. Tidak ada pilihan lain selain pindah mandiri. “Harus pindah mas, agar laku. Walau keluar uang sewa dan membangun lapak. Gimana lagi, tempat yang disediakan kecil dan sepi,” ujarnya pasrah.

Selain itu kios yang ia bangun sendiri, Surati juga masih harus tetap membayar retribusi sebesar Rp 5 ribu per hari. [asg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar