Peristiwa

Pasangan Tersangka Aborsi di Mojokerto Jalani 15 Adegan Rekontruksi

Tersangka aborsi, DF (19) saat menjalani adegan dalam rekontruksi yang digelar Satreskrim Polresta Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kedua tersangka aborsi, DF (19) dan SF (19) memperagakan 15 adegan aborsi yang dilakukan di rumah tersangka DF di Lingkungan Margosari, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto pada, 17 Januari 2021 lalu. Sebanyak 15 adegan dalam rekonstruksi tersebut sesuai dengan keterangan kedua tersangka.

Rekontruksi digelar di rumah tersangka laki-laki DF di Lingkungan Margosari, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Mulai dari kedua tersangka datang, meminum obat penggugur kandungan yang sudah dibeli secara online, kontraksi hingga mengubur janin berusia 5 bulan dengan jenis kelamin laki-laki tersebut di samping rumah tersangka DF.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, Polresta Mojokerto berhasil mengungkap kasus tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Mojokerto. Bermula dari petugas Sabhara dan Satpol PP Kota Mojokerto melakukan razia di beberapa tempat kos yang ada di Kota Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (3/3/2021).

Tepatnya di Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Saat petugas datang, tersangka DF sedang ada di kos tersebut dan saat dilakukan penggeledahan terhadap Handphone (HP) milik tersangka terdapat foto janin. Pengakuan tersangka, foto janin tersebut hasil aborsi dengan kekasihnya, SG (19) warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

“Kemudian dilakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumah DF didapati obat-obatan yang diduga untuk menggugurkan janin bayi. Hari ini, kami lakukan rekontruksi dengan 15 adegan sesuai dengan keterangan kedua tersangka. Dalam kasus ini, minim saksi sehingga mempermudah penyidik untuk mendapat dukungan alat bukti,” katanya.

Kapolresta menambahkan, dari hasil rekontruksi tidak ada fakta baru karena sudah sesuai dengan keterangan kedua tersangka. Kedua tersangka cukup kooperatif dalam memberikan keterangan dan fakta sebenarnya yang terjadi sehingga 15 adegan tersebut cukup untuk pembuktian. Dalam kasus tersebut tidak ditemukan tersangka baru.

Selain mengamankan dua tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu buah HP merk Oppo warna rose gold yang berisi foto janin, lima butir obat merk Misoprosotol, satu butir pil warna putih, dua butir kapsul Omprz warna kuning dan merah, satu buah sekop, satu buah linggis, satu buah tantang warna putih dan satu buah ember warna putih. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar