Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Parkir Timur Alun-alun Magetan Bau, Pedagang: Masih Ada Pelanggaran Aturan Buang Limbah

Parkir Timur Alun-alun Magetan dikeluhkan pengunjung lantaran bau yang muncul, diduga dari limbah cuci piring dan kuah makanan sisa (foto: Fatihah Ibnu Fiqri/beritajatim.com)

Magetan (beritajatim.com) – Parkir Timur Alun-alun Magetan banyak mendapat keluhan pengunjung. Di titik ini muncul bau akibat limbah makanan yang cukup mengganggu.

Terkait hal ini, Ketua Paguyuban Pedagang Parkir Timur Alun-alun Magetan, Supandi, angkat bicara. Dia menyatakan telah membicarakan dengan seluruh pedagang perihal membuang sampah cair baik air bekas cucian maupun kuah makanan sisa.

Dalam pertemuan sempat dirembug dan diatur terkait air limbah cucian yang seharusnya dibuang di lokasi tertentu. Namun demikian, dia mengakui masih ada oknum yang melanggar aturan tersebut.

Sebagian pedagang masih membuang kuah makanan serta air bekas cucian di paving atau di selokan kecil di timur parkiran tanpa menyiramnya dengan air bersih. Akibatnya, bau menyengat tak terhindarkan, terutama jika hujan tidak turun.

”Sebenarnya kami sudah mengatur air limbah cucian itu harus dibuang ke mana termasuk bagaimana cara membuang sampah. Tapi, ada saja oknum yang masih melanggar. Kadang kalau membuangnya ke selokan sebelah timur tidak disiram air bersih sehingga kalau tidak hujan pasti bau,” kata Supandi, Minggu (15/5/2022).

Menurut dia, seluruh pedagang diminta membuang air limbah jualan pada gorong-gorong besar di utara pojok timur parkiran. Dia menyebut air yang mengalir di situ cukup deras sehingga limbah bisa terbuang ke sungai Gandong dan tidak akan menimbulkan bau.

”Disepakati sebenarnya untuk limbah air cucian atau kuah sisa itu dibuang di selokan sebelah utara pojok timur. Itu gorong-gorongnya besar dan ajr hujan dari Alun-Alun pasti berkumpul di situ, jadi kalau tidak hujan selokan itu gak akan bau,” lanjutnya.

Parkir Timur Alun-alun Magetan dikeluhkan pengunjung lantaran bau yang muncul, diduga dari limbah cuci piring dan kuah makanan sisa (foto: Fatihah Ibnu Fiqri/beritajatim.com)

Dia menyebut karena sudah ada keluhan pasti jelas ada pelanggaran aturan yang disepakati oleh anggota paguyuban. Dia menegaskan akan memberikan pengawasan dan tak akan segan menegur.

”Pasti kami lakukan teguran dan pengawasan. Baik teman terdekat atau kalau ada yang melanggar semua anggota kami wajibkan untuk melaporkan ke korlap atau ke pengurus Paguyuban. Ada pelanggaran pasti ada sanksi. Itu yang coba kami terapkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Alun-Alun Magetan tak sebersih kelihatannya. Utamanya di bagian parkir timur alun-alun yang kini dipakai oleh puluhan pedagang kaki lima.

Terbukti, banyak pengunjung yang mengeluhkan adanya bau busuk. Diduga bau itu berasal dari air bekas kuah makanan atau air bekas cucian yang dibuang begitu saja di paving dan saluran air kecil yang tak mengalir di bagian timur parkir.

Papan larangan membuang sampah sembarang sudah terpasang di beberapa lokasi. Namun, pantauan beritajatim.com, di area parkir timur masih ada sampah yang berserakan.

Berikut, bekas-bekas kuah makanan yang masih menempel di paving. Juga, di saluran air ada terlihat bekas mie dan lemak sisa makanan. Kuat dugaan ada oknum pedagang maupun oknum pengunjung yang membuang sampah kuah makanan ke saluran air dan paving. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar