Peristiwa

Para Pelajar Ini Menangis Usai Diberi Arahan Wali Kota Mojokerto

Para pelajar yang diamankan karena membolos menangis minta maaf ke orang tua dan guru. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan pelajar yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto menangis dan meminta maaf kepada orang tua dan guru mereka, Kamis (16/1/2020). Ini setelah, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mendatangi kantor Satpol PP Kota Mojokerto dan memberikan arahan kepada mereka.

Usai dilakukan pembinaan dan pendataan, sebanyak 11 pelajar ini dicukur gundul dan dikumpulkan di aula kantor Satpol PP Kota Mojokerto. Pihak sekolah dan masing-masing orang tua didatangkan ke kantor penegak peraturan daerah (Perda) yang terletak di Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto tersebut.

Ning Ita (sapaan akrab, red) secara langsung mendatangi mereka dan memberikan pengarahan. Mereka diminta untuk berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan meminta maaf kepada orang tua dan pihak sekolah. Meski para pelajar ini laki-laki namun mereka langsung menangis dan menghampiri masing-masing orang tua mereka sembari mengucapkan kata maaf.

“Saya ingin menyentuh hati mereka, bagaimana pun juga anak-anak ini ketika disentuh hatinya mereka akan sadar. Seperti yang kita lihat bersama-sama tadi, ketika saya sampaikan mereka merasa bersalah, mereka mengakui bersalah, mereka berkomitmen dan berjanji tidak mengulangi,” jelasnya.

Masih kata Ning Ita, orang yang berhak mendapatkan permintaan maaf dari para pelajar tersebut adalah orang tua dan para guru. Dengan pengarahan yang diberikan, akhirnya para pelajar tersentuh dan menangis. Merekapun mengakui kesalahannya sehingga diharapkan ke depan semoga menjadi efek jera sehingga tidak mengulangi lagi.

“Saya prihatin, bagaimana pun juga mereka anak-anak saya. Meskipun tanggungjawab itu ada di sekolah tetapi saya merasa bertanggungjawab atas apa yang terjadi pada mereka. Mereka adalah generasi penerus bangsa, yang menjadi tugas kita menyiapkan ke depan menjadi SDM harus memiliki kompetensi, daya saing, kemandirian dalam segala hal,” ungkapnya.

Tisu magic serta rokok yang ditemukan petugas Satpol PP Kota Mojokerto saat razia pelajar bolos. [Foto : misti/beritajatim.com]
Masih kata Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, di usia mereka yang sangat muda tapi sudah sulit menerapkan disiplin. Karena dalam pengeledahan terhadap barang-barang milik mereka, petugas menemukan tisu magic, rokok, foto syur perempuan serta grup Whatsapp (WA) pornografi di Handphone (HP) mereka.

“Usia mereka masih muda, kelas 10, kelas 11 tapi mereka sudah tidak bisa disiplin. Mereka sudah terpapar yang seharusnya belum mereka lihat, mereka nikmati. Ini menjadi pembelajaran bagi semua, Pemkot Mojokerto, lembaga pendidikan dan orang tua. Ke depan kita harus meningkatkan koordinasi,” ujarnya.

Yakni bagaimana agar lebih kontinyu dalam rangka melakukan penertiban anak-anak di jam sekolah. Pihak sekolah juga dituntut harus lebih ketat, agar ketika di jam-jam belajar untuk membatasi anak-anak tidak keluar area sekolah. Begitu pun orang tua, lanjut Ning Ita, diharapkan bisa memantau agar anaknya benar-benar pergi sekolah bukan ke tempat lain.

“Orang tua harus memastikan betul, apakah anaknya berangkat atau tidak? Dengan sinergi yang dilakukan ini, kita bisa meminimalisir kejadian seperti ini tidak terulang di Mojokerto. Sekolah akan kita tekankan untuk melakukan pembinaan kepada mereka karena ini rananya di pendidikan, lembaga pendidikan khususnya,” tegasnya.

Menurutnya, Pemkot Mojokerto dalam hal ini Satpol PP sifatnya hanya melakukan sweeping saja. Namun, pasca razia rutin tersebut akan diserahkan ke sekolah dan orang tua karena tanggungjawab sebetulnya ada di sekolah dan orang tua. Termasuk ditemukannya tisu magic, rokok, foto syur perempuan dan grup WA pornografi.

“Nanti sinergi, antara konseling yang ada di sekolah dengan DP3AKB. Ada psikolog di sana tetap kerjasama dengan sekolah. Razia akan rutin dilakukan karena ini bagian dari sinergi kita untuk menertibkan pelajar yang bolos di jam pelajaran ke depannya,” tuturnya.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto menggelar razia pelajar bolos, Kamis (16/1/2020). Dari puluhan pelajar yang terjaring razia petugas ditemukan barang bukti berupa tisu magic, rokok dan handphone (HP) berisi grup Whatsapp (WA) soal pornografi. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar