Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pantau Vaksinasi Hewan Ternak, Kapolres Malang : Hindari PMK dengan 5M

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat

Malang (beritajatim.com) – Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, memantau vaksinasi PMK pada sapi ternak UD. Mitra Usaha, Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (2/7/2022). Didampingi Kasatreskrim AKP Donny Kristian Baralangi dan Kapolsek Poncokusumo AKP Sumarsono, Ferli mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah tepat untuk mencegah luasnya penularan dan menekan angka PMK di Kabupaten Malang.

“Kegiatan Vaksinasi PMK ini merupakan langkah cepat sinegritas Instansi terkait dalam upaya pencegahan wabah Penyakit Mulut dan Kuku, selain melakukan berbagai upaya seperti pembatasan mobilitas pengangkut hewan ternak masuk dan keluar Wilayah, juga membuka layanan pengaduan bila masyarakat menemukan adanya gejala-gejala Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak,” ujar Ferli.

Diketahui, tercatat sebanyak 12.319 ekor hewan ternak di Wilayah Kabupaten Malang telah mendapatkan Vaksinasi PMK, kegiatan itu akan terus dilakukan pada tiap-tiap daerah.

Tentunya akan bertambah pula jumlah data angka hewan ternak di Wilayah Kabupaten Malang yang kedepan mendapat Vaksinasi PMK.

“Sekitar 57.500 dosis vaksin PMK telah diserahkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur kepada Satgas Penanganan PMK Kabupaten Malang pada Jumat (24/6/2022) lalu. Vaksinasi PMK ini akan terus kita lakukan secara bertahap hingga dapat menyeluruh dan merata di Wilayah Kabupaten Malang,” tegasnya.

Ferli menerangkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan Instansi terkait guna melakukan upaya pencegahan penularan wabah PMK di Kabupaten Malang. Untuk para Peternak juga dihimbau agar tetap menjaga kesehatan hewan ternak miliknya dengan besar harapan terhindar dari wabah PMK.

“Diharapkan para peternak untuk selalu memperhatikan kesehatan hewan ternak dan kebersihan kandangnya, seperti yang Pemerintah telah tetapkan beberapa kiat menghindari wabah PMK diantaranya dengan 5M. Yakni memberikan vaksin pada hewan ternak sehat, menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang hewan ternak, membatasi lalu lintas hewan ternak dan produk hewan ternak, mengisolasi hewan ternak yang sakit juga hewan ternak yang baru dan yang terakhir melaksanakan stamping out (pemusnahan) hewan ternak yang sakit PMK di area bebas PMK,” kata Ferli mengakhiri. [yog/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar