Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pantau Titik Amblasnya Penahan Tebing Kali Gandong, Ini Kata Bupati Magetan

Bupati Magetan, Suprawoto memantau kondisi dinding penyangga kali Gendong yang amblas

Magetan (beritajatim.com) – Bupati Magetan, Suprawoto, memantau langsung kondisi dinding penahan tebing Kali Gandong yang amblas pada Minggu malam (8/5/2022). Pria yang akrab disapa Kang Woto ini mengungkapkan ada beberapa patahan akibat pergeseran tanah di talud bawah.

Selain itu, Kang Woto yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan, Muchtar Wahid, juga menyatakan konstruksi dinding penahan sudah rusak cukup parah. Kerusakan terjadi antara trap kedua dan ketiga dari empat trap yang sudah dibangun.

”Kami sudah hubungi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Katanya dalam waktu dekat akan segera kesini untuk mengecek,” kata Kang Woto usai meninjau lokasi dinding penahan yang ambles, Senin (9/5/2022)

Kang Woto menyatakan saat ini Jalan Thamrin sudah ditutup. Lantaran, dinding yang amblas mencapai 70 meter dengan kedalam dua meter.

Pihak terkait sudah memasang garis polisi untuk memberikan peringatan bagi siapa saja agar tak mendekat ke lokasi yang ambles.

”Ini masih masa pemeliharaan, kami harap PT Wika bisa memperbaiki ini. Kami sudah koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo. Karena kebetulan ini masih musim penghujan sehingga konstruksi kemungkinan rusak karena banyaknya air sehingga tanahnya jenuh dan dindingnya patah dan bergeser,” kata Kang Woto.

Sementara, Kepala DPUPR Magetan, Muhtar Wakhid, mengungkapkan plengsengan Kali Gandong tepatnya di trap kedua patah dan bergeser. Akibatnya, dinding penahan tebing di bagian atas ambles.

Namun demikian, dia mengklaim amblesnya dinding penahan itu belum membahayakan pemukiman warga.

”Untuk permukiman masih aman. Kami mengharap segera ada penanganan. Secara teknis, kondisi konstruksi seperti ini membutuhkan perbaikan sesegera mungkin,” katanya.

Untuk diketahui, pinggiran jalan yang merupakan tebing Kali Gandong longsor pertama pada 6 Februari 2018 lalu. Kemudian sempat longsor lagi dan makin lebar pada Januari 2020.

Setelah itu, proyek tersebut baru mendapatkan penanganan permanen pada 2021 dan dikerjakan PT. WIKA dengan anggaran Rp26 miliar untuk tiga titik termasuk di Jalan Thamrin. Pengerjaan selesai pada Desember 2021 lalu. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar