Peristiwa

Pangdam V/Brawijaya: Tangkal Sebaran Corona, Posisi RT Sangat Strategis

Surabaya (beritajatim.com)–Ketua Rukun Tetangga (RT) menjadi ujung tombak dalam menangkal dan menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Sebab, RT yang paling tahu kondisi sosial, ekonomi, dan demografi warganya secara presisi.

Hal itu dikatakan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen R Wisnoe Prasetja Boedi, Rabu (15/4/2020) siang di Kodam V/Brawijaya. “RT dan RW itu sangat penting dalam mendukung kebijakan menekan dan menangkal penyebaran virus
corona,” katanya.

Orang pertama di Kodam V/Brawijaya asli Sidotopo, Kota Surabaya ini, mengutarakan, kebijakan social distancing, physical distancing, dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan berjalan efektif jika semua pemangku kepentingan, khususnya warga masyarakat, menyadari bahaya virus corona.

“Makanya harus selalu memakai masker ketika keluar rumah dan tinggal di rumah saja jika tak ada kepentingan yang sangat mendesak,” tambahnya.

Dia mengatakan, ketua RT dan RW adalah para tokoh di wilayahnya masing-masing. Mereka memiliki kewibawaan dan pengaruh di mata warganya. Sebab, mekanisme terpilihnya seseorang sebagai ketua RT dan RW karena proses pemilihan dari warga secara langsung.

“Karena itu, saya memandang RT itu sangat strategis posisinya dalam mengatasi masalah corona ini. Saya yakin, himbauan dan perintah Pak RT pasti diperhatikan warganya,” ungkapnya.

Hal itu, menurut Mayjen Wisnoe, didasarkan pada pengalaman pribadi keluarga. Katanya, ayahnya menjadi ketua RT di kawasan Sidotopo, Kota Surabaya sejak tahun 1960-an sampai 1980-an. Sehingga, jenderal bintang dua TNI AD tersebut tahu persis bagaimana kepemimpinan dan kewibawaan ketua RT di mata warganya.

“Insya Allah, apa yang disampaikan Pak Ketua RT itu diikuti dan ditaati warganya. Bapak saya itu menjadi ketua RT sejak tahun 1960-an sampai 1980-an, sehingga saya tahu persis bagaimana peran strategis seorang ketua RT.” tegasnya.

Dia mengakui, bukan hal mudah mengatasi masalah ini. Dibutuhkan kerja sama dan koordinasi bagus antarlevel pemerintah. Semua tingkatan pemerintah, katanya, hendaknya memandang secara kelembagaan sebagai satu kesatuan utuh dan integral. Kebijakan yang diputuskan dan dijalankan harus satu program dan langkah bersama mengatasi problema ini. “Tak boleh jalan sendiri-sendiri,” katanya mengingatkan.

Sementara itu, di tempat terpisah, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 15 April 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 15.328 orang, 1.621 orang pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif Covid-19(coronavirus) 499 orang.

“Jadi, total 499 orang yang positif Covid-19 di Jatim, ada tambahan 25 orang. Yang sembuh bertambah 5 menjadi 86 orang dan meninggal tambah 1 menjadi 46 orang,” katanya kepada wartawan usai konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/4/2020) malam.

Gubernur merinci, yang positif 499 orang di Jatim itu terdiri dari 244 dari Surabaya, 13 Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 2 Kota Batu, 10 dari Magetan, 46 dari Sidoarjo, 12 Kabupaten Kediri, 7 Kota Kediri, 18 Gresik, 2 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 8 Lumajang, 4 Jember, 11 Situbondo, 1 Bondowoso, serta 3 Banyuwangi.

Kemudian 5 Pamekasan, 15 Tulungagung, 7 Jombang, 9 Nganjuk, 3 Kabupaten Madiun, 6 Ponorogo, 1 Trenggalek, 25 Lamongan, 4 Bangkalan, 1 Pacitan, 4 Bojonegoro, 3 Tuban, 10 Kabupaten Pasuruan, 2 Kota Pasuruan, 11 Kabupaten Probolinggo, 2 Kota Probolinggo dan 1 Kabupaten Mojokerto.

Dari data tersebut, ada 46 pasien yang meninggal dunia, yakni 1 di Kabupaten Malang, 24 di Surabaya, 6 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 2 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 1 Kabupaten Blitar, dan 1 Tuban.

Selain itu, ada 86 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 11 dari Malang, 1 Kota Batu, 40 dari Surabaya, 5 dari Sidoarjo, 2 dari Gresik, 2 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 1 Jember, 2 Kota Kediri, 6 Situbondo, 1 Tulungagung, 1 Kabupaten Madiun, 1 Lumajang dan 1 Banyuwangi.

Special Award 2020 PWI Jatim


Pangdam V/Brawijaya, Mayjen R Wisnoe Prasetja Boedi, Rabu siang, menerima sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jatim. Pada perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dan HUT PWI ke-74, Mayjen Wisnoe termasuk salah satu tokoh yang menerima penghargaan Special Award 2020 dari PWI Jatim.

Bertempat di kantornya, penghargaan itu diserahkan Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim kepada Mayjen Wisnoe disaksikan Kapendam V/Brawijaya Kolonel Arm Imam Hariayadi, Ketua HPN 2020 PWI Jatim, Teguh Lulus P, dan Ketua Seksi Hukum PWI Jatim, Wisnu.

Jenderal bintang dua kelahiran Kota Surabaya tahun 1964 ini dipandang layak menerima penghargaan ini, karena kerja keras, inovasi, sinergitas, dan langkah-langkahnya dalam menjaga stabilitas keamanan Jatim selama Pemilu 2019. Sinergitas TNI dan Polri serta pemangku kepentingan lain terajut baik, sehingga pesta demokrasi di provinsi berpenduduk 40 juta jiwa tersebut berlangsung aman dan lancar.

“Selain itu, banyak kegiatan lain TNI di level masyarakat bawah yang manfaatnya langsung dirasakan, seperti TMMD, rehabilitasi rumah tak layak huni menjadi layak huni, dan lainnya. Sejumlah lembaga survei nasional dan internasional menempatkan TNI sebagai institusi yang paling dipercaya di Indonesia,” kata Ainur Rohim.

Mayjen Wisnoe menyatakan, apresiasi tinggi atas penghargaan yang diberikan PWI Jatim terkait selama penugasannya di Kodam V/Brawijaya. “Ini kan hakikatnya penghargaan untuk semua anggota TNI di sini,” ujarnya.

Dia memahami PWI Jatim tak mungkin menggelar acara penyerahan penghargaan kepada para tokoh seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, wabah virus corona tak memungkinkan ada gelaran acara yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.

“Saya paham itu. Begitu diberitahu bahwa resepsi HPN 2020 PWI Jatim pada 20 Maret dibatalkan, ya itu langkah tepat, mengingat risikonya besar. Tak apa-apa penyerahan penghargaan dengan pola seperti ini, karena kondisinya tak memungkinkan seperti tahun- tahun sebelumnya,” tandas Mayjen Wisnoe.

Mayjen Wisnoe tak lama lagi menjabat sebagai orang pertama di Kodam V/Brawijaya. Pati TNI AD kelahiran tahun 1964 ini dipromosikan sebagai Koordinator Staf Ahli (Kosahli) Kepala Staf TNI AD (KASAD) di Jakarta. Saat memangku jabatan baru nanti, bintang di pundak Mayjen Wisnoe bertambah satu, sehingga pangkatnya naik setingkat menjadi letnan jenderal (Letjen) TNI. “Doakan semuanya lancar,” harapnya. [air/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar