Peristiwa

Pandemi Covid di Surabaya, Penjualan Bendera Merah Putih Turun 60 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini di tengah gejolak pandemi yang tinggi dan masih dalam suasana PPKM. Pada situasi normal, Kemerdekaan RI merupakan momentum berlimpah rezeki bagi para penjahit dan penjual bendera merah putih serta umbul-umbul.

Tim beritajatim.com mencoba untuk melihat suasana kampung bendera di kawasan Darmokali, Surabaya. Mencari tahu penjualan bendera dan umbul-umbul jelang hari raya Kemerdekaan kali ini.

Sejinah, penjual bendera berusia 50 tahun ini mengaku mengalami penurunan drastis selama dua tahun pandemi. Terlebih di bulan Agustus ini ia hanya menerima 126 biji umbul-umbul milik dua pemesan.

Padahal di tahun sebelumnya, para pemesan ini biasanya sudah mulai ramai memesan di bulan Juli. Tetapi kini mereka datang memesan di bulan Agustus dan pesananannya juga tidak sebanyak sebelumnya.

“Tahun ini sepi, biasanya Juli itu sudah masuk pesanan, sekarang di bulan Agustus baru masuk 2 orang pemesan. Benar-bener mengalami penurunan yang cukup banyak tapi saya juga tidak bisa menaikkan harga. Menyesuaikan harga saja tergantung dengan bahan apa yang dipilih pembeli,” ungkap Sejinah, Kamis (5/8/2021).

Hal senada disampaikan Hamidah Febriani, pedagang bendera asli Darmokali ini mengaku sepi penjualan lantaran pandemi dan PPKM. Jika biasanya masyarakat yang butuh bendera atau umbul-umbul ini datang langsung ke toko karena PPKM mereka tentu tidak mau ke toko lantaran akses jalan banyak ditutup dan tidak boleh keluar rumah.

Hasilnya ia pun mengakali dengan jualan online. Namun hasilnya jauh berbeda. Penurunan penjualan ia rasakan hampir 60 persen. Jika biasanya ia bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah, ia kini hanya bisa bersabar penjualannya tidak sampai seperti sebelumnya.

“Kita tidak menaikkan harga jadi tetap harganya mulai dari 15 ribu hingga seratus ribuan. Apalagi sekarang PPKM malah nggak ada orang keluar. Tapi alhamdulillah masih ada instansi yang pesan meski ngga banyak kayak dulu,” ungkap Hamidah.

Kini pedagang bendera dan umbul-umbul bertahan dengan penjualana di tengah pandemi, harga penjualan tak bisa di naikkan dengan harga mulai dari 15 ribu hingga 100 rbuan. [way/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar