Peristiwa

Pandemi Covid-19, Pelayaran Gresik-Pulau Bawean Dihentikan Sementara

berita Kapal Ngedok Transpotasi Gresik-Bawean Dilayani Satu Kapal

Gresik (beritajatim.com) – Pemkab Gresik menghentikan sementara pelayaran ke Pulau Bawean selama dua pekan. Penghentian ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19.

Penghentian lalu lintas pelayaran hanya diberlakukan untuk kapal penumpang dari dua arah. Yakni, dari Gresik menuju Pulau Bawean maupun arah sebaliknya.

Pemberhentian sementara itu, berlaku sejak Rabu 8 April hingga 22 April 2020 mendatang. Namun, jika kondisi belum kondusif. Maka Pemkab Gresik akan melakukan peninjauan perpanjangan penghentian pelayaran.

Muhammad Amri Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perhubungan Gresik mengatakan, penghentian ini atas usulan warga Pulau Bawean untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. “Penghentian ini hanya berlaku untuk kapal penumpang Bahari Express dan Natuna Express,” katanya, Senin (6/04/2020).

Sedangkan untuk kapal roro Gilli Iyang kata Amri, yang biasanya mengangkut penumpang dan barang. Kali ini, akan dikhususkan mengangkut barang kebutuhan sembako.

Selama masa penghentian. Operasional kapal penumpang ini dipastikan tidak akan mempengaruhi pasokan sembako bagi warga Pulau Bawean. “Sekali lagi penghentian operasional penumpang sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, sebagian besar warga Pulau Bawean bekerja menjadi TKI di luar negeri,” pungkasnya.

Saat ini, berdasarkan Satgas Penanganan Covid-19. Kabupaten Gresik merupakan daerah zona merah dengan jumlah kasus 5 orang positif terkena Covid-19. Dari jumlah itu, 2 orang meninggal dunia, dan 46 orang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP), dan 575 orang masuk sebagai orang dalam pemantauan atau ODP. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar