Peristiwa

Pandemi Covid-19, Masjid Tegalsari Ponorogo Tiadakan Salat Lail Berjemaah

Ponorogo (beritajatim.com) – Tidak terasa, bulan Ramadan tahun ini sudah memasuki 10 hari terakhir. Bagi umat muslim, 10 hari terakhir menjadi malam-malam istimewa untuk mendapatkan keberkahan dari malam lailatul qodar. Terutama di malam-malam ganjil. Biasanya, di malam ganjil itu umat muslim, pada tengah malam melakukan salat Lail.

Untuk kedua kalinya, Masjid Tegalsari di Kecamatan Jetis kembali tidak melakukan salat Lail berjemaah. Hal tersebut berdasarkan hasil putusan rapat antara ta’mir, pemdes Tegalsari dan Muspika kecamatan Jetis. Mereka menyimpulkan untuk tidak mengadakan salat Lail  berjemaah yang dikoordinir oleh panitia ta’mir Masjid Tegalsari.

“Pihak panitia ta’mir Masjid Tegalsari tidak mengadakan salat Lait berjemaah. Biasanya kan sebelum pandemi, salat Lail di malam ganjil Ramadan dikoordinir panitia dari ta’mir Masjid Tegalsari,” kata Sekretaris Yayasan Masjid Tegalsari, Triono, Minggu (2/5/2021).

Tidak adanya salat lail berjemaah itu, kata Triono untuk mencegah persebaran virus corona yang hingga saat ini masih ada. Meski tidak ada salat Lail berjemaah, pihak ta’mir menyebut bahwa Masjid Tegalsari tidak tertutup untuk umum. Dia menyebut pihaknya hanya tidak melaksanakan salat Lail berjemaah.

“Masyarakat yang ingin datang ke Masjid Tegalsari ya monggo, tidak tertutup untuk umum. Tetapi harus tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Masyarakat bisa melakukan salat Lail secara sendiri-sendiri tentu dengan protkes. Keadaan yang hampir sama juga terjadi di bulan Ramadan tahun lalu. Kalau tahun lalu, kata Triono dari awal bulan puasa, masjid ditutup untuk orang luar. Bahkan jalan menuju masjid pun dipasang portal.

“Kalau dulu ditutup total untuk orang luar. Sedangkan sekarang hanya tidak mengadakan salat Lail berjemaah, untuk salat tarawih bebas saja,” katanya.

Sejak berpuluh-puluh tahun lamanya, Masjid Tegalsari selalu mengadakan salat Lail di malam ganjil bulan Ramadan. Dimulai pada pukul 12 malam, diisi dulu dengan ceramah, baru 1,5 jam kemudian melaksanakan salat Lail. Jamaahnya pun mencapai ribuan, datang dari seluruh wilayah Ponorogo.

“Dulu jamaah salat Lail ada 7.000 bahkan bisa sampai 10.000 orang. Sehingga membludak ke halaman bahkan jalan-jalan di sekitar masjid,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar