Peristiwa

Pandemi Covid-19, DMI Bojonegoro Imbau Kotbah Dipersingkat

PD DMI Kabupaten Bojonegoro Hanafi.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Bojonegoro mengimbau agar pelaksanaan kotbah baik saat salat Jumat maupun salat tarawih agar lebih dipersingkat.

Hal itu merupakan bentuk konsekuensi karena tidak ada larangan untuk umat Islam yang akan melakukan ibadah di masjid dalam situasi Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

Selain itu, menurut PD DMI Kabupaten Bojonegoro Hanafi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan jamaah di masjid. Diantaranya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Seperti menggunakan masker, menjaga jarak shaf salat, dan kapasitas jamaah di masjid sebanyak 50 persen dari kuota jamaah masjid. “Bagi Takmir masjid harus menyediakan tempat cuci tangan dan sabun,” ujarnya.

Sementara untuk membantu Takmir Masjid yang ada di Bojonegoro, DMI Bojonegoro juga membuat program Takjil Ramadan yang akan dibagikan kepada 1.437 masjid besar yang tersebar di 28 kecamatan di Bojonegoro.

Dalam kegiatan tersebut DMI menggandeng perusahaan minuman di Bojonegoro, Realfood sebagai salah satu menu takjil yang akan dibagikan kepada jamaah. Setiap masjid di 28 kecamatan akan mendapat empat bok minuman dari sari sarang burung walet yang dinilai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

“Dari kegiatan ini diharapkan disamping meningkatkan iman juga meningkatkan imun,” pungkasnya. [lus/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar