Peristiwa

Paket Operasi Pasar di Mojokerto Lebih Diminati Masyarakat

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto bersama Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan menggelar Operasi Pasar (OP). Dari tiga komoditi yang disediakan, paket OP lebih diminati masyarakat.

OP yang digelar di Balai Balai Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut menyediakan tiga komoditi. Yakni beras kemasan 5 kg dan 2,5 kg, minyak goreng 1 liter dan gulo 1 kg. Masyarakat bisa membelinya dalam satu paket kemasan yakni beras, gula dan minyak goreng.

Namun masyarakat juga bisa membeli satu jenis komoditi saja, seperti beras atau paket minyak goreng dan gula. Tetapi masyarakat hanya diperbolehkan membeli, satu warga untuk satu paket. Hal ini dilakukan untuk menghindari paket OP dibeli pemborong yang nantinya dijual lagi.

Dalam prosesnya pun, petugas menerapkan jaga jarak dan wajib pakai masker. Di OP hari pertama, yang digelar mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB tersebut, paket OP lebih banyak diminati masyarakat. Terbukti mendekat jam tutup, ada 62 paket yang sudah terjual.

Kepala Bidang (Kabid) Usaha Perdagangan, Disperindag Kabupaten Mojokerto, Trio Froni YD mengatakan, pihaknya menyediakan tiga komoditi untuk OP dengan rincian, gula sebanyak 10 ton, minyak goreng 10 ribu liter. Sementara untuk beras, melihat situasi di lapangan.

“Kalau beras tidak ada batasan, kalau kurang akan kita tambah. Untuk OP di bulan ramadan ini, ada empat titik. Hari ini di Balai Desa Kedungmaling, besok di selatan Pasar Legi Mojosari, lusa di Pasar Rakyat Jetis dan Jumat di Pugeran, Gondang,” ungkapnya, Senin (4/5/2020).

Masih kata Ony (panggilan akrab, red), di OP sendiri disediakan dua jenis beras. Yakni beras jenis Barmu Pacet kemasan 5 kg dengan harga Rp60 ribu dan IR dengan harga Rp40.500. Sementara paket minyak goreng 1 liter dan gula 1 kg dijual dengan harga Rp24 ribu.

“Untuk menghindari pemborong atau pembelian dalam jumlah banyak, kita batasi satu orang hanya bisa satu paket. Dalam pelayanan OP sendiri, kita juga terapkan jaga jarak dan wajib pakai masker. Tadi ada ibu-ibu nggak pakai masker, dia langsung nutup hidup pakai jilbabnya. Ya sudah, masak kita larang,” katanya.

Ony menambahkan, meski harga gula di pasaran sempat mencapai angka Rp20 ribu per kilogram. Namun saat ini sudah mulai turun. Dari survei yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto, harga gula mulai Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram.

“Semua jenis komoditi saat ini harganya cenderung sudah stabil. Lombok juga pernah sampai Rp60 ribu per kilogram. Untuk OP sendiri, kita gelar mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, namun juga peminatnya masih banyak akan kita tambah dan semua masyarakat bisa membeli tidak dibatasi domisili,” jelasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar