Peristiwa

Pakai Jaring Trawl, 12 Nelayan Asal Panceng Gresik Diamankan Polisi

Sebanyak 12 nelayan asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik diamankan Satpolair Polres Gresik, Sabtu (30/1/2020)

Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 12 nelayan asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik diamankan Satpolair Polres Gresik saat mencari ikan dengan menggunakan jaring trawl.

Mereka diamankan sewaktu melaut di sekitar perairan Pulau Mengare Gresik, atau alur Pelayaran Barat Surabaya.

Selain mengamankan nelayan, petugas juga menyita barang bukti tiga perahu yang digunakan saat melaut mencari ikan. Adapun nelayan yang diperiksa oleh Satpolair Polres Gresik, antara lain Sain (43), bersama tiga orang lainnya. Kemudian, Mustakim (48) bersama tiga ABK-nya,  dan Enderik (28), juga bersama tiga ABK.

Kasatpolair Polres Gresik AKP Masyhur Ade menuturkan, tiga perahu nelayan yang diamankan karena menggunakan jaring trawl itu dilakukan saat anggotanya melakukan patroli rutin di alur Pelayaran Surabaya Barat.

“Sewaktu melintas berpatroli memakai kapal dengan nomor lambung X-1029. Anggota kami menjumpai tiga perahu menggunakan jaring trawl,” tuturnya, Sabtu (30/01/2021).

Masyhur Ade menjelaskan, sesuai peraturan dari pemerintah penggunaan jaring trawl bisa menyebabkan rusaknya biodata laut hingga jenis biota yang masih kecil.

Saat ini masih kata Masyhur Ade, ketiga perahu nelayan yang diamankan itu dibawa ke Mako Satpolair Polres Gresik. Selanjutnya, 12 nelayan tersebut menjalani pemeriksaan.

“Semua barang bukti milik nelayan serta tiga perahu, dan tiga set jaring trawl kami serahkan ke Dinas Perikanan Gresik,” ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya ini. Nelayan asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng tersebut dijerat pasal 86 Jo pasal 9 Jo pasal 100 huruf (b) UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar