Peristiwa

Pada Korban Percobaan Pembunuhan, Apa KIS Bisa Jamin Biaya Perawatan?

Korban Yasin menjalani perawatan di ICU RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Korban percobaan pembunuhan, Yasin (70) dan Muripah (65) diperkirakan masih harus menjalani perawatan secara intensif di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto hingga empat hari ke depan.

Plt Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, dr Triastutik Sri mengatakan, kedua pasien warga Dusun Kuripan RT 3 RW 04, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto tersebut sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun sesuai persyaratan, biaya perawatan rumah sakit tidak bisa ditanggung jika bersangkutan terlibat dengan perkelahian.

“Namun pasien ini adalah korban, mudah-mudahan ini bisa. Walaupun jika tidak bisa maka pihak rumah sakit akan memberikan bantuan sehingga tak akan dilepas begitu saja karena bagaimana pun juga ini adalah masyarakat kita. Yang saya dengar terakhir ini bisa karena dia adalah korban,” ungkapnya, Senin (28/9/2020).

Kondisi Yasin (70) masih terbaring lemah di ruangan ICU rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto setelah menjalani operasi. Perban warna putih membalut bagian dagu dan leher korban serta terdapat alat bantu pernapasan selang oksigen di bagian hidung. Rencananya, korban akan menjalani operasi akibat luka parah yang dialaminya di bagian leher.

Sementara, kondisi Muripah (65) sudah membaik dan dipindahkan ke duang Kertabumi. Korban dirawat di kamar perawatan tanpa alat pernapasan selang oksigen dan hanya selang infus yang menancap di tangan kanan. Keduanya dirujuk dari RS Sido Waras Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto pada, Minggu (27/9/2020) kemarin. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar