Peristiwa

Pabrik Produksi Bioetanol PT Enero di Gedeg Mojokerto Meledak

Pabrik produksi bioetanol, PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8/2020) meledak. [Foto:misti.bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8/2020) meledak. Ledakan yang cukup keras membuat warga sekitar panik.

Akibat ledakan dari PT Enero yang juga anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X (Persero) ini menyebabkan sejumlah rumah warga rusak.

Ledakan terdengar sekitar pukul 14.30 WIB tersebut hingga radius 1 kilometer meter ke pemukiman warga sekitar. Selain ledakan, warga juga dikagetkan dengan kobaran api menyala begitu besar di area belakang perusahaan yang dekat dengan pemukiman warga. Api membumbung tinggi dengan asap tebal berwarna coklat pekat.

Sejumlah video amatir yang diambil warga usai ledakan terjadi terlihat api membesar dengan kepulan asap hitam pekat. Ledakan terdengar dua kali tersebut membuat rumah di sekitar lokasi pabrik mengalami kerusakan di bagian plafon. Sementara itu, belum diketahui terkait korban akibat ledakan tersebut.

Salah satu warga, Aryo (38) mengatakan, ada dua kali bunyi ledakan sebelum plafon rumah miliknya runtuh. “Saya tadi makan, terdengar bunyi ledakan sampai dua kali. Yang pertama yang keras kemudian plafon di bagian ruang TV saya runtuh. Hampir semua rumah mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Masih kata warga Dusun Suko Sewu ini, kejadian tersebut kali kedua. Sebelumnya terjadi kecelakaan kerja di pabrik yang berkapasitas produksi 30 juta liter per tahun tersebut. Tiga korban tewas saat kecelakaan kerja pada bulan April 2020 lalu, namun menurutnya ledakan kali ini yang cukup besar.

Warga lainnya, Hesti (46) membenarkan, ledakan cukup kencang tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB hingga membuat warga panik. “Semua pada keluar, takut iya. Orang dentumannya kenceng banget pokoknya, api juga besar sampai ke sawah-sawah. Sempat takut kalau ke pemukiman,” terangnya.

Sementara itu, hal yang sama juga dirasakan warga yang jarak rumahnya radius 500 meter hingga satu kilometer di belakang pabrik yang terhalang aliran sungai kecil. “Suara ledakannya kencang banget, kaya bunyi bom meledak gitu. Ini yang parah, yang dulu itu kan di kolam limbah tidak sampai terbakar,” tutur perempuan berjilbab ini.

Sejumlah mobil pemadam kebakaran (PMK) dikerahkan ke lokasi kebakaran. Selain masuk lewat pintu depan pabrik, juga lewat perkampungan warga. Ini lantaran lokasi yang meledak berada di sisi belakang. Belum dipastikan berapa jumlah korban akibat kejadian tersebut, baik pihak kepolisian maupun pabrik belum bisa diminta keterangan. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar