Peristiwa

Operasi Zebra Semeru 2019 Berakhir, Polisi Gresik Tilang 6.306 Pengendara

Gresik (beritajatim.com) – Pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2019 resmi berakhir. Dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari itu, Polres Gresik melakukan penilangan sebanyak 6.306 pengendara. Mengalami kenaikan dibanding tahun lalu dengan periode yang sama, sebanyak 3.923 pengendara.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, Operasi Zebra Semeru yang dimulai 23 Oktober hingga 5 November 2019, atau selama 14 hari itu menempatkan Polres Gresik menduduki urutan kelima di jajaran Polda Jatim. Hasilnya, menilang 6.306 pengendara yang melanggar.

“Ada 8 skala prioritas yang ditekankan dalam pelaksanaan operasi itu. Dari skala prioritas tersebut pelanggaran tidak melengkapi surat-surat kendaraan serta penggunaan helm tidak ber-SNI menempati urutan pertama dan kedua,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Berdasarkan data pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2019. Pelanggaran terbanyak ditempati surat-surat kelengkapan kendaran sebanyak 2.216 pengendara. Angka itu naik dibanding tahun lalu dengan periode yang sama. Dimana, ada 762 pengendara yang tidak melengkapi surat-surat kendaraan.

Urutan kedua ditempati penggunaan helm tidak berstandar SNI, atau tidak mengenakan helm saat berkendara ada 976 pengendara yang ditilang. Sementara pada tahun lalu dengan periode yang sama angkanya menurun mengingat ada 1.112 pengendara yang tidak mengenakan helm dilakukan penindakan tilang.

“Pelaksaan Operasi Zebra Semeru 2019 itu dalam rangka menekan angka laka lantas di jalan raya. Pasalnya, selama pelaksanaan operasi hanya ada satu kejadian, dan satu korban meninggal dunia,” ujar Kusworo Wibowo.

Saat ditanya soal laka lantas di Jalan Raya Desa Tebuwung Dukun, Gresik, yang menyebabkan dua nyawa melayang. Dijelaskan AKBP Kusworo Wibowo berdasarkan olah TKP di lapangan dump truk yang melintas di jalan tersebut melanggar peraturan.

“Jalan Raya Desa Tebuwung Dukun bukan jalan provinsi atau jalan nasional melainkan jalan kelas tiga. Sehingga, peruntukkannya sudah salah dilalui kendaraan bertonase berat seperti kendaraan dump truk,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar