Peristiwa

Operasi 12 Hari, Polresta Malang Kota Tangkap 32 Tersangka Kasus Narkoba

Polresta Malang Kota ungkap 24 kasus narkoba dan obat keras berbahaya.

Malang(beritajatim.com) – Polresta Malang Kota mengungkap 24 kasus narkoba dan obat keras berbahaya dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020 selama 12 hari. Operasi ini dilakukan sejak, 24 Agustus sampai 4 September 2020. Semula, ada enam target operasi (TO) yang ditentukan namun mereka berhasil mengungkap lebih dari itu.

“Tersangka terdiri dari 30 orang laki-laki dan dua orang perempuan. Sebanyak 11 orang merupakan pengedar dan 21 orang lainnya merupakan pengguna narkoba dan obat keras berbaya. Dengan barang bukti total berupa sabu seberat 82,16 gram, ganja seberat 1.050,19 gram dan pil dobel L sebanyak 3.600 butir,” papar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Kamis, (10/9/2020).

Leonardus mengatakan, Polresta Malang Kota juga melakukan razia di tempat-tempat karaoke yang nekat buka. Di dua tempat karaoke polisi mengamankan beberapa minuman keras (miras) yang tidak memiliki izin edar.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata.

“Kami mengamankan sebanyak 1.548 botol miras berbagai ukuran. Ini tidak ada izin edarnya,” kata Leonardus.

Leonardus mengatakan, ada temuan unik dari 24 kasus yang mereka ungkap. Yakni, menangkap pengemudi online yang bekerja sampingan sebagai kurir narkoba. Dia memang masuk dalam TO polisi. Saat ditangkap ditemukan narkoba dan sedang menggunakan jaket ojek online.

“Pengakuanya tiga kali jadi kurir. Dia membawa 6,75 gram sabu dan ditemukan lagi 20 gram sabu. Kami menyatakan perang terhadap narkoba,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar