Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Omicron Belum Terdeteksi, Kasus Demam Berdarah Mulai Muncul di Jember

Jember (beritajatim.com) – Covid-19 varian omicron belum terdeteksi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Justru kasus demam berdarah yang mulai muncul.

Tiga orang anak di Perumahan Green Garden, RT08 RW 07, Kelurahan Tegal Gede, dan Cluster Pondok Indah, Perumahan Puri Nirwana, RT 02 RW 021, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari menjadi korban giigitan nyamuk Aedes aegypti dan harus dirawat di rumah sakit.

Aditya Lingga Permana, pengurus RW 07 RT 08 mengatakan, seorang anak balita yang terkena demam berdarah di kampungnya. “Pak RT kami begitu ada kasus demam berdarah, kami langsung cari solusi dengan fogging, dan ke PMI (Palang Merah Indonesia). Alhamdulillah, PMI merespons dengan baik dan cepat, melakukan fogging terhadap 60 rumah,” katanya.

Aditya mengakui, lingkungannya rawan demam berdarah. “Banyak rumah yang belum ditempati, dan banyak genangan air,” katanya.

Sementara itu, Anang Fajri, Ketua RT Cluster Pondok Indah, mengatakan, dua orang warganya sudah sakit sepekan lalu. “Sudah pulang dari perawatan. Mudah-mudahan dengan fogging ini tidak ada lagi yang terserang DBD,” katanya.

Palang Merah Indonesia Jember siap menerima permintaan pengasapan dari warga. Ini sudah dilakukan pada 5 Januari 2022. “Nyamuk demam berdarah kan menyebarnya 100 meter dari area terdampak. Kami melakukan pengasapan seratus meter dari area terdampak,” kata Rupiyanto, Kepala Markas PMI Kabupaten Jember.

Rupiyanto meminta kepada warga untuk kembali menerapkan 3M, yakni menguras tempat air, mengubur kaleng-kaleng bekas, dan menutup tempat-tempat yang berpotensi genangan air. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar