Peristiwa

Oknum Satpol PP Berkelahi dengan PKL di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bentrok dengan salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Teuku Umar, Selasa (2/7/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Bentrok terjadi saat satu regu atau sebanyak lima sampai enam anggota melakukan patroli rutin. Patroli dilakukan dengan agenda penertiban PKL di sepanjang jalan kota. Saat di Jalan Teuku Umar, petugas berusaha melakukan penertiban PKL yang menjajakan es degan menggunakan mobil.

Salah seorang pedagang es degan yang tidak mau disebut namanya menceritakan, keributan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu petugas Satpol PP yang melakukan patroli menyita pisau pedagang. Seorang pedagang es degan itu kemudian berusaha merebut kembali pisaunya yang disita.

“Dari situ salah satu petugas Satpol menjambak rambut (pedagang lelaki) dan terjadi cekcok. Setelah itu berkelahi,” ujarnya ditemui Reporter beritajatim.com usai kejadian. Namun, saksi perempuan itu tidak mau menyebutkan nama pedagang yang mendapat perlakuan kekerasan dari anggota Satpol PP.

Menurutnya, petugas menendang pedagang es degan satu kali dibagian perut. Selain itu, menurut perempuan berjilbab itu, pedagang yang ditendang itu juga mengalami luka lecet dibagian tangan. Namun, dia tidak mau memberi keterangan lengkap karena takut salah. Video kekerasan itu sempat diunggah ke salah satu grup media sosial Facebook.

Dalam video berdurasi 1.28 menit itu, terlihat salah seorang petugas berseragam kaos Satpol PP sambil memegang handphone ditarik oleh rekannya agar tidak terpancing emosi. Pada menit ke 00.42 petugas tersebut terlihat menendang pedagang berkaos warna putih dan bercelana pendek. Pedagang juga berusaha melawan.

Keributan itu sempat dilerai oleh satu anggota kepolisian dan beberapa rekannya. Kemudian keduanya berhenti bentrok.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Bojonegoro, Arif Nanang membenarkan adanya gesekan antara anggotanya dengan PKL saat melakukan patroli rutin. Patroli dilakukan dalam rangka penegakan peraturan tentang larangan berjualan di bahu jalan.

“Pedagang yang ditertibkan mancing-mancing emosi, sehingga biasa terjadi gesekan seperti itu. Tapi disana ada banyak anggota dan pihak kepolisian juga,” ujarnya.

Harusnya, menurut dia, SOP yang ada dalam melaksanakan penertiban dilakukan dengan cara pendekatan humanis. Penertiban yang dilakukan itu menurut dia, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro nomor 15 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar