Peristiwa

Oknum Driver Online di Malang Hendak Perkosa Penumpangnya Nyaris Dimassa

Foto: ilustrasi

Malang – Kasus pencabulan berulang yang dilakukan oknum mitra GrCar  membuat prihatin Komunitas PerEMPUan.

Seakan aksi cabul yang mengarah kepada kekerasan seksual kepada kaum hawa itu mencerminkan ketidaktegasan mekanisme sanksi dan SOP yang diterapkan aplikator Grab bagi para pelaku maupun korban.

Kali ini kasus pencabulan menimpa seorang wanita di Malang itupun membuat geram aktivis Komunitas PereEMPUan, karena hanya dalam waktu kurang dari 4 jam pelaku sempat 2 kali mencabuli korbannya.

Aktivis Komunitas PerEMPUan Rika Rosvianti mengungkapkan kejadian ini masih terjadi lagi di taksi online karena sejauh ini belum ada efek jera. Hal itu, ungkapnya, karena belum ada mekanisme sanksi yang jelas bagi para pelaku kekerasan seksual, sehingga pelaku berani melakukannya.

Dengan kejadian berulang yang dilakukan oknum Mitra GrCar itu, jelas Rika, seharusnya ada upaya untuk mencegah ini tidak terjadi. Antara lain, sambungnya, operator harus lebih selektif, serta bisa mencatat data diri pelaku dan mengumumkannya agar ruang gerak pelaku dipersempit.

“Sehingga pelaku tidak bisa mendaftar menjadi driver di manapun,” ungkap Rika dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Rabu (11/12/2019).

Rika menjelaskan kejadian ini sejalan dengan temuan survei Koalisi Ruang Publik Aman. Survei itu membahas mengenai kekerasan seksual di ruang dan transportasi publik yang terjadi di transportasi online.

Sebelumnya, diberitakan telah terjadi aksi kekerasan seksual yang dilakukan oknum mitra GrCar. Terungkapnya kejadian tersebut setelah adanya amuk massa di Kawasan Jl Simpang Balapan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (7/12/2019) dini hari.

Warga berduyun menggeruduk taksi daring Gr yang dikemudikan pria berinisial R alias Riko (26) warga  Donomulyo, Kabupaten Malang. Riko diduga melakukan pencabulan terhadap penumpangnya, seorang penumpang wanita yang berusia 20 tahun. Korban merrupakan warga kawasan Kedungkandang, Kota Malang.

Amuk massa itupun reda setelah kedatangan Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto SH. Pihak Kepolisian sigap mengamankan terduga pelaku beserta mobil Honda Brio Nopol N 1351 EV milik Riko yang sempat dirusak warga.

Kronologis kejadian yang diberitakan bermula sekitar pukul 18.00, Korban yang hendak latihan menari memesan GrCar menuju Fakultas Ekonomi UM.

Korban mendapatkan Riko sebagai mitra GrCar yang mengantarkan ke tujuan. Namun setelah sampai di tujuan, Riko meminta Korban tidak turun dari mobil.

Pelaku meminta waktu 5 menit untuk berbicara. Saat itulah Riko memaksa korban menjadi kekasihnya. Saat itu, kedua tangan Korban dipegangi oleh Riko. Dengan kondisi sudah bernafsu, Riko mencoba memeluk Korban.

Tak berhenti di situ, Riko juga memaksa menjemput dan membawa korban setelah selesai latihan menari di FE UM. Saat bertemu kembali, Riko meminta Korban masuk ke dalam mobil untuk diantar ke tempat kerjanya di Jl Sigura-gura. Namun dalam perjalanan, korban tidak diantar ke tempat kerjanya.

Sesampainya di Jl Villa Puncak Tidar, Riko menghentikan mobilnya sekitar pukul 22.00. Dia kemudian berpindah ke bangku belakang dan memaksa Korban untuk duduk di sampingnya. Korban sangat ketakutan apalagi kondisi jalanan cukup sepi. Saat itulah Riko melakukan hal asusila dengan meraba-raba.

Selanjutnya korban diantar ke kawasan sekitaran Jl Ijen sekitar pukul 22.30. Saat itu korban berjalan kaki dan bercerita kepada pacar dan keluarganya kalau telah dicabuli oleh sopir Grab yang kemudian memancing kehadiran Riko ke lokasi pengeroyokan.

Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto SH mengatakan bahwa saat itu dia sedang berpatroli di sekitar lokasi.

“Sekitar 2 menit saat kejadian itu, kami tiba di lokasi kejadian. Karena massa sudah banyak, kami mencoba menenangkan massa. Saat itu pelaku segera kami amankan. Jika saya telat sedikit saja di lokasi, kemungkinan pelaku sudah babak belur. Namun saat itu pelaku dan mobilnya kami amankan ke Polsek Klojen. Kasus ini sudah kami limpahkan ke PPA (Perlindungan Perempuan Anak) Polresta Malang Kota,” ujar Kompol Budi Harianto.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar