Peristiwa

Ojek Pangkalan Diminta Tak Membonceng Tiga Penumpang

Gresik (beritajatim.com)- Pasca tidak diperpanjangnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III di Kabupaten Gresik, sejumlah sektor mulai menuju masa transisi new normal dengan mengkedepankan penegakan protokol kesehatan (PPK).

Salah sektor yang turut menegakan aturan tersebut di tengah pandemi Covid-19 adalah sektor transpotasi darat. Khususnya, ojek pangkalan di Terminal Makam Sunan Giri.

Di masa transisi menuju new normal, ojek pangkalan diimbau tidak membonceng tiga orang penumpang. Hal ini dimaksudkan guna memutus mata rantai Covid-19. “Selain tidak diperkenankan membonceng tiga penumpang, pengemudi ojek wajib memakai masker, kacamata dan hand sanitizer,” ujar Kasatlantas Polres Gresik, Erika Purwana Putra, Rabu (10/06/2020).

Disamping aturan diatas, lanjut Erika, kendaraan yang dioperasikan wajib disemprot disinfektan secara berkala. Hal ini untuk mencegah agar virus Covid-19 tidak menyebar. “Sosialisasi seperti ini sengaja digelar. Sebab, ada ratusan ojek pangkalan yang mencari nafkah mengangkut penumpang menuju makam Sunan Giri,” tuturnya.

Selain melakukan himbauan, Satlantas Polres Gresik juga melaksanakan kegiatan pelatihan kepada para awak ojek pangkalan di Sunan Giri, dalam rangka program Polri peduli keselamatan 2020. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar