Peristiwa

Tangani Kekerasan Perguruan Silat

NU Jember: Tirulah Sanksi Terhadap Kerusuhan Liga Sepak Bola

Wakil Ketua PCNU Jember Ayub Junaidi

Jember (beritajatim.com) – Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Jember, Jawa Timur, berharap agar tidak ada lagi insiden penganiayaan oleh anggota perguruan silat. Model sanksi tegas perlu diadaptasi dari penyelenggaraan kompetisi sepak bola profesional bagi perguruan silat yang tidak bisa mengendalikan anggotanya berbuat aksi kriminal.

“Organisasi harus bertanggungjawab. Ketua (perguruan silat) harus bertanggungjawab. Sama halnya dalam sepak bola. Di liga itu, kalau suporter gegeran, yang kena pasti tim sepak bolanya. Seperti Persebaya, suporternya bentrok, pasti yang kena sanksi Persebaya: tidak boleh main, tidak boleh ada suporter dan sebagainya,” kata Wakil Ketua PCNU Jember Ayub Junaidi, dalam rapat dengar pendapat membahas situasi keamanan dan ketertiban di gedung DPRD Jember, Kamis (27/5/2021).

PCNU mengusulkan agar ada kesepakatan bersama yang harus ditandatangani bersama agar penganiayaan dan kekerasan tak terulang lagi. “Pertama, tidak ada premanisme, tindakan pidana, kekerasan, dan sebagainya. Itu tidak boleh dilakukan seluruh perguruan silat di Kabupaten Jember,” kata Ayub.

Kedua, lanjut Ayub, apabila melanggar, pemerintah daerah bisa melarang kegiatan organisasi tersebut. “Ayo kita sepakati bersama. Apabila terjadi, maka aparat penegak hukum akan menegakkan hukum setegak-tegaknya. Tiga poin itu cukup, kita jaga bersama-sama,” katanya.

Menurut Ayub, tiga hal ini berlaku untuk seluruh perguruan silat. “Pagar Nusa juga begitu. Kalau Pagar Nusa macam-macam, ya dibekukan (dilarang aktivitasnya di Jember, red),” katanya.

PCNU Jember juga meminta agar seluruh tugu penanda perguruan silat di Jember ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja, terutama tugu yang dibangun di atas aset pemerintah. “Biar tidak terjadi kecemburuan,” kata Ayub.

Beberapa pekan terakhir, terjadi sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang meresahkan warga. Ini menjadi perhatian Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember dan membuat DPRD Jember berinisiatif menggelar rapat dengan mengundang sejumlah institusi.

Selain perwakilan NU, rapat diikuti Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi dan jajaran pimpinan, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Agus Supaat, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Jono Wasinuddin, dan Ketua Perguruan Silat Pagar Nusa Fathurrozi. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar