Peristiwa

Normalisasi Kali Lamong Segera Dilakukan

Gresik (beritajatim.com) – Normalisasi Kali Lamong yang setiap musim hujan meluap di wilayah Gresik Selatan segera dilakukan.

Kepastian ini disampaikan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto yang menggelar rapat bersama dengan Ketua DPRD H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani).

Bupati yang didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Dr Mohammad Qosim beserta para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Ketua Komisi DPRD Gresik yang hadir
menyepakati keputusan tersebut.

Bupati Sambari berharap kegiatan ini harus segera dimulai dan dilaksanakan.

“Tahun ini Harus ada titik tertentu yang harus dibangun. Jangan sampai dana itu kembali dalam bentuk silpa. Makanya saya butuh kepastian kepada pemerintah pusat tentang normalisasi Kali Lamong tersebut. Berapa meter yang harus dilebarkan dan berapa meter yang harus didalamkan,” tutur Sambari, Senin (17/02/2020).

Dia juga berharap jangan sampai air di Kali Lamong malah ngantong di wilayah Gresik Selatan. Karena itu, dirinya meminta agar ketinggiannya juga diusulkan kepada pemerintah pusat yang berwenang dalam pelaksanaan pembangunannya.

Terkait tugas tersebut kata Sambari, Pemkab Gresik untuk menyiapkan lahan, Bupati mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan data sejak lama. Tapi belum ada data Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP).

“Dinas PUTR sudah punya data konkrit tentang Kali Lamong. Namun demikian masih butuh disempurnakan agar lebih valid, luasnya 149 hektar. Tim larap ini akan mendata kembali titik-titik mulai dari wilayah Kecamatan Balongpanggang sampai Kecamatan Kebomas. Gambaran harga diserahkan aprasial namun belum ada titik temu,” paparnya.

Saat ini, total panjang Kali Lamong 103 kilometer dan yang melintasi wilayah Gresik 50,7 kilometer.

Kali Lamong melintasi beberapa Wilayah Kecamatan di Gresik yaitu mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, Kebomas.

Sambari juga mengaku bahwa sudah ada kesanggupan dari Asosisiasi Kepala Desa (AKD) di wilayah Kali Lamong ini untuk mendukung dalam pelaksanaan normalisasi Kali Lamong sesuai Perpres Nomor 80 Tahun 2019.

Semua Kretek Desa tanah yang melintasi Kali Lamong tersebut sudah dikumpulkan oleh Kades. Bahkan beberapa Kades sudah menyatakan kesanggupan untuk mendukung kelancarannya dengan menyiapkan tanah kas desa yang ada.

“Kami akan laksanakan secepatnya. Study LARAP usai pada Bulan September-Oktober 2020 dan Pada Nopember-Desember 2020 kami laksanakan pembebasan tanah. Kami berharap pembebasan itu bisa dilaksanakan dengan dana sharing 25 persen Pemkab Gresik, 35 persen Pemprov Jawa Timur dan 40 persen pemerintah pusat,” tuturnya.

Selain study Larap, pada tahun 2020 juga akan membangun tanggul Kali Lamong antara Desa Jono, Desa Tambakberas yang kurang lebih sepanjang 1 kilometer dengan menelan dana  Rp 15,52 miliar, dan Pemkab Gresik hanya menyiapkan tanahnya saja.

Sementara, Ketua DPRD H.Fandi Akhmad Yani berharap agar pada tahun 2020 ini ada langkah konkrrt terkait progres normalisasi Kali Lamong.

“Kami siap untuk menganggarkan kebutuhannya. Tolong dikerjakan yang mana yang harus didahulukan, tentunya sesuai tehnis. Untuk pekerjaan tahun 2021 pada RKPD tahun ini akan kita bahas, dan pertemuan ini tak hanya sekali ini saja. Yang dibebaskan lebih dulu adalah yang kita butuhkan terlebih dahulu katanya,” tandasnya. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar