Peristiwa

Ngabuburit Bersepeda, Netizen Ini Jadi Korban ‘Begal Pantat’?

Kediri (beritajatim.com) – Seorang perempuan yang tengah ngabuburit di Kabupaten Kediri mengaku menjadi korban kejahatan seksual dengan modus begal pantat. Peristiwa pelecehan seksual di jalanan ini menjadi konsumsi warganet setelah diunggah pada grup instagram Infokediriraya.

Perempuan tersebut menuliskan peristiwa yang dialaminya di seputaran Jembatan Wijaya Kusuma Kabupaten Kediri dengan judul Curhatan Netizen ‘Jadi Korban Pelecehan Seksual di Jalanan’. Dia berkisah, sore hari menjelang magrib korban bersepeda bersama temannya. Setelah melewati Jembatan Wijaya Kusuma dari arah Kecamatan Ngadiluwih menuju ke Kecamatan Mojo, tiba-tiba ada dua orang pria memegang pantatnya dari belakang.

Min aku niat ngabuburit pedahan karo kancaku nek jembatan wijaya kusuma. La pas ndek taman arah nang mojo iku. enek wong rodok dewasa lah numpak motor vario goncengan. Iku ujuk-ujuk ndemek bok*ngku t min. (baca : Min aku berniat ngabuburit naik sepeda dengan teman di Jembaan Wijaya Kusuma pas di taman arah ke Kecamatan Mojo. Ada orang agak dewasan naik sepeda motor Vario berboncengan, tiba tiba memegang pantatku),” tulisnya.

Tidak lama kemudian, ada seorang laki-laki yang masih berusia anak-anak melakukan hal serupa. Remaja tersebut menaiki sepeda motor Mio dari arah belakang korban langsung memegang bagian pantat korban. Kedua pelaku langsung kabur ke arah barat (Kecamatan Mojo). Sementara korban hanya bisa berteriak-teriak. Namun tidak ada orang yang melintas.

Jek gung enek 10 menit yo didemek neh karo wong bedo dee jek cah ciliklah. numpak motor vario. Aku arep nguber yo gak iso min. Pas aku bengak-bengok nek kono ra enek wong liwat. Jan ndredek aku sek an min sampek sak iki. (baca : Tidak berselang 10 menit pantat saya dipegang lagi oleh orang yang berbeda, tetapi masih anak-anak naik motor Mio aku mau nguber yang tidak bisa, pas aku berteriak-teriak tidak ada yang lewat).

Curhatan Netizen ini diunggah pada grup IG Infokediriraya dengan narasi : Waspada buat cewek yang sedang keluar di jalanan. #infokediriraya#kediri. Postingan itu mendapat like banyak warganet dan 77 komentar. Namun, mayoritas mengomentari secara negatif terhadap korban. Mereka menyyaangkan aktivitas di luar rumah di tengah pandemi Korona yang dilakukan oleh korban hingga berujung terjadinya pelecehan seksual.

Seperti akun dengan nama Saya_ananta : Saiki mben sore akeh uwong pedahan, padahal situasi corona mewabah. Kemudian Osman_id : Kandani #dirumahaja kok ndablek, saiki didemok ndredeg, untuk didemok wong, misal didemok corona piye. Lalu, Byu_jouley : usum korona mbak, makane nang omah ae bantu ibu masak. iku seh didemek bokong, lek diapak-apaknene arepa bengok-bengok njaluk tulung sopo? Lek olahraga sementara iso milih opsi laine. nko lek korona minggat, banjur sepedahan maneh gpp.

Akun lain, emyyulianti18 : sekarang lagi musim sepedahan, malam jam setengah 10 cewek-cewek remaja pada sepedahan tangane satu nyetir satu pegang HP, padahal musim kayak begini, banyak tindak kriminal, dihimbau semua waspada ojo nuruti gaya merugikan anda.

Terpisah, Kapolsek Ngadiluwih, AKP Muklason yang dikonfirmasi meragukan kejadian tersebut. Kendati demikian, pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan patroli keliling di seputaran Jembatan Wijaya Kusuma menjelang magrib. Selain mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas, petugas juga menyampaikan imbauan physical distancing dan pemakaian masker.

“Jam berapa kejadiannya. Jangan-jangan Hoax. Saya jam 16.00 WIB sudah ada di Taman Jembatan Wijaya Kusuma,” ungkap AKP Muklason. Mantan Kasubbag Humas Polres Kediri ini mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya netizen yang curhat menjadi korban pelecehan seksual di seputaran Jembatan Wijaya Kusuma agar mentaati anjuran pemerintah untuk stay at home di tengah pandemi COVID-19 yang semakin meluas ini.

“Sampaikan pesan kepada dia (korban) agar di rumah saja, jangan kluyuran,” pesan Kapolsek bernada tinggi. Peristiswa tersebut menjadi pelajaran berharga kepada semuanya untuk patuh terhadap anjuran tetap di rumah saja, dan menerapkan physical distancing┬ásebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Korona. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar