Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Nasib Anak Ganteng Usia 12 Tahun Ini..

Sidoarjo (beritajatim.com) – Masih di usia remaja, Zidan (12) anak berkebutuhan khusus (ABK) berwajah ganteng asal Perumahan Pondok Wage Indah, Desa Wage, Kecamatan Taman, harus berpisah selama-lamanya dengan kedua orang tuanya akibat Covid-19.

Sekarang ini, Zidan dirundung rasa duka yang sangat mendalam. Kedua orang tuanya baru saja menghadap Sang Pencipta, setelah terkena serangan jantung dan Covid-19.

Zidan yang kini Sekolah Luar Biasa (SLB) di kawasan Sidoarjo itu memiliki seorang kakak bernama Wildan yang berusia 15 tahun. Kini Wildan menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Tahfidul Qur’an di kawasan Malang.

Keduanya merupakan anak kandung dari Bambang (56) dan Fitri (52). Mereka hidup dalam suasana berkecukupan dan terbilang hidup bahagia.

Kesehariannya, Zidan bermain dengan ibunya. Bahkan, ke sekolah pun juga diantar ibunya. Sedangkan ayahnya sendiri bekerja sebagai karyawan swasta.

Senin (5/7/2021) sekitar pukul 19.00 WIB, Bambang menghembuskan nafas terakhir, setelah dirawat di rumah sakit. Bambang didiagnosa terkena serangan jantung.

Kepergian Bambang membuat semua keluarganya merasa kehilangan, tak terkecuali Fitri, istri Bambang. Malam itu, Fitri syok atas kepergian Bambang.

Fitri tak menyangka teman hidup yang mengayominya selama ini harus pergi selama-lamanya. Namun, takdir pun berkata lain. Fitri akhirnya menyusul Bambang menghadap sang Ilahi. Fitri meninggal dunia beberapa jam setelah kepergian Bambang, tepatnya Selasa (6/7/2021) pagi.

Suasana rumah pun menjadi redup. Wildan kakak tertua yang masih mengenyam pendidikan di pondok pesantren hanya terdiam menyaksikan kedua orang tuanya pergi untuk selama-lamanya.

Wildan tak kuasa menahan Isak tangis. Dan yang bisa dilakukan Wildan hanyalah memeluk erat Zidan, adik satu-satunya.

Kedua orang tuanya akhirnya dimakamkan di pemakaman umum setempat dengan protokol kesehatan. Konon, dari hasil analisa dokter, keduanya terpapar Covid-19.

Didik Yulianto, adik almarhum hanya bisa pasrah melihat kedua kakaknya menghadap Sang Khaliq. Namun hatinya lebih tersayat lagi saat melihat dua keponakannya.

Di usianya yang masih anak-anak harus merelakan kepergian orang tuanya. “Untuk sementara ini saya yang merawat mereka berdua,” ujar Didik Yulianto, Rabu (11/8/2021).

Sebulan pun berlalu. Wildan, kakak Zidan akhirnya kembali berangkat ke pondok pesantren untuk meneruskan belajar. Sedangkan Zidan masih membutuhkan perawatan khusus.

Saat ini, dirinya sedang mengurus hak waris dan hak asuh anak tersebut ke Pengadilan Negeri Sidoarjo. “Semoga saya bisa merawat dan memberikan pendidikan yang terbaik,” imbuhnya berharap. [isa/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar