Peristiwa

Dibangun Sejak Zaman Belanda

Nama Jembatan Mrican Akan Diubah Jadi ‘Jembatan Kediri’ Lagi

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri akan segera membangun kembali Jembatan Mrican, sebagai akses penghubung wilayah Kabupaten Kediri dengan Kota Kediri. Pendirian kembali jembatan yang amblas dua tahun silam itu untuk memperlancar perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Jembatan Mrican merupakan akses jalan penghubung antara Desa Jongbiru dan Desa Jabon. Jembatan ini berbatasan langsung dengan wilayah Kota Kediri. Pada tahun 2017 lalu, jembatan yang memiliki panjang 100 meter dengan lebar 4 meter ini amblas terbawa derasnya  air Sungai Brantas.

Akibat amblasnya jembatan tersebut, maka perekonomian warga disekitar jembatan sempat terganggu. Hal tersebut diakui oleh Kepala Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Nur Raikhan.

“Setelah jembatan tidak bisa dilalui, perekonomian warga memang terganggu. Sehingga dengan adanya rencana akan dibangunnya jembatan ini, diharapkan perekonomian warga yang sempat mati dapat berjalan kembali,” kata Nur Raikhan, Rabu (7/8/2019).

Saat ini Pemkab Kediri sedang melakukan pengukuran lahan milik warga yang akan dibebaskan untuk pelebaran jalan, rencananya masing masing sisi akan diperlebar tiga meter. Rencananya, pembangunan jembatan akan dilaksanakan pada tahun 2020 nanti.

Dimana jembatan peninggalan zaman Kolonial Belanda tersebut akan diberi nama Jembatan Kediri Lagi. Selain pembangunan jembatan, pemerintah juga akan melakukan pelebaran jalan menuju jembatan, baik di sisi Desa Jongbiru maupun di sisi Desa Jabon, Kecamatan Banyakan.

Saat ini pemerintah sedang melakukan tahapan pembebasan lahan milik warga yang akan digunakan untuk pelebaran jalan, pelebaran jalan ini dilakukan untuk mendukung dan menopang lalu lintas di wilayah Mrican, yang merupakan jalur untuk menuju Bandara nanti.

Andi Wijayanto, Kasi Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kediri membenarkan perihal pembangunan Jembatan Mrican tersebut.

“Benar akan dilakukan pembangunan kembali Jembatan Mrican. Tahapan tahapannya sudah dimulai tahun ini, yakni pembebasan lahan dan untuk tahapan perencanaan saat ini adalah pelaksanaan tender di Unit Kerja Pengadaan Barang Dan Jasa Kabupaten Kediri. Perencanaan tersebut akan dimulai bulan september dan berakhir bulan november dan untuk pembangunannya akan dilakukan pada anggaran tahun 2020 dengan bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Andi menambahkan, karena jembatan tersebut melintang di atas Sungai Brantas, maka kewenangan dibawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sehingga proses ijinnya dari bagian perencanaan.

Seperti diketahui, keberadaan jembatan jongbiru ini digunakan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk masuk Kediri. Begitu pula sebaliknya. Sehingga, setelah jembatan amblas diterjang banjir, aksesnya terputus dan masyarakat yang akan melintas berganti memanfaatkan perahu penyeberangan yang dikelola masyarakat. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar