Peristiwa

Naik Odong-odong Sejak Siang, Gadis Kecil Hilang

Anak yang hilang akhirnya diambil orangtuanya di pos BPB Linmas Surya 10, Surabaya, Rabu (28/4/2021). [foto/istimewa]

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang anak kecil berinisial KAP (7) mengaku kebingungan dan hanya mencari sang ayah di Wonokusumo Bhakti GG 2, Semampir, Surabaya, Rabu (28/4/2021) malam. Anak yang menangis kebingungan ini hanya bisa mengingat nama ayahnya yakni Rudi.

Karena warga merasa iba, gadis kuning berambut gelombang ini pun diamankan warga dan kemudian dilaporkan ke petugas BPB (Badan Penanggulangan Bencana) Linmas.

Ashadi, Petugas BPB Linmas menjelaskan, penemuan awal anak ini sekitar pukul 20.00 WIB. Usai memperoleh laporan, petugas langsung mengamankan gadis kecil ini ke pos jaga Linmas. “Selanjutnya petugas Linmas melakukan laporan dan membagikan informasi ke petugas piket di seluruh wilayah,” jelasnya kepada beritajatim.com.

Usai melaporkan ke petugas jajaran, anak kecil tersebut memperoleh respons dari petugas lain. Tim odong-odong kemudian berkoordinasi supaya sang anak ini memang benar yang sedang dicari orangtuanya asal Demak, Surabaya ini.

Ternyata benar, tim kemudian membawa anak tersebut untuk bertemu orangtuanya di Mako Surya 10. Selain itu, menurut petugas, KAP ini dilaporkan hilang sejak siang tadi dan baru ketemu malam ini. “Sekarang masih proses pengambilan anak. Orangtuanya membawa semua bukti identitas untuk keperluan administrasi,” lanjutnya.

Tak hanya memberikan anaknya kembali, petugas BPB Linmas juga memberikan sosialisasi supaya anak kecil yang belum tahu alamat rumah dan nama ortunya tak dibiarkan lepas naik odong-odong. Sebab, jenis mainan ini keliling setiap kecamatan dan bahkan keliling satu kota untuk mencari uang.

“Jadi kita sosialisasikan juga supaya anaknya diajari bagaiman jika tersesat. Diberi pengarahan nama ortu dan alamat. Atau ciri-ciri termudah untuk diingat sang anak. Terlebih juga jangan dibiarkan naik odong-odong sendirian tanpa pengawasan,” lanjutnya.

Kini KAP sudah diserahkan ke Budi dan Novi sebagai orangtuanya. BPB Linmas menegaskan, anak-anak usia dini diharapkan untuk diberi pendidikan dan pengetahuan akan nama orangtua dan alamat rumah yang mudah diingat.

“Buktinya sang anak ingat namanya Rudi. Dan memang benar, orangtuanya bernama Budi. Jadi memberi nama dan alamat rumah itu penting buat anak. Terlebih jangan lepaskan anak kecil naik odong-odong,” pungkas Ashadi. [man/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar