Peristiwa

Naik Bus Wajib Vaksin, Begini Dampaknya di Terminal Selo Aji Ponorogo

Pengaturan lalu lintas di pintu masuk terminal Selo Aji Ponorogo. (Foto/Terminal Selo Aji)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemberlakuan PPKM Darurat, yang sudah berlangsung beberapa hari, berimbas pada sepinya penumpang yang ada di Terminal Tipe A Selo Aji Ponorogo. Penurunan bukan hanya untuk penumpang saja, armada kendaraan pun juga menurun. Penurunan penumpang dan armada ini diperkirakan hampir mencapai 95 persen.

“Semenjak pemberlakuan PPKM Darurat kami mengalami penurunan mulai dari armada dan penumpang hampir 95 persen,” kata Kepala Terminal Tipe A Selo Aji Ponorogo, Eko Hadi Prasetyo, Senin (19/7/2021).

Sepinya armada dan penumpang ini, kata Eko, turut dipengaruhi oleh surat edaran dari Menteri Perhubungan nomor 49 tahun 2021. Dalam surat edaran itu diwajibkan penumpang dan awak kendaraan harus bisa menunjukkan dokumen perjalanan. Ya, tidak seperti sebelumnya yang persyaratan hanya untuk penumpang saja, kali ini dokumen perjalanan juga harus ditunjukkan oleh awak kendaraan. Awak kendaraan meliputi sopir, kondektur dan kenek.

“Jadi sekarang awak kendaraan seperti sopir, kondektur dan kenek juga harus bisa menunjukkan dokuman perjalanan,” katanya.

Dokumen perjalanan yang dimaksud adalah kartu vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan bebas Covid-19. Dimana surat bebas Covid-19, untuk rapid antigen berlaku 1x 24 jam. Namun, untuk swab PCR bisa berlaku hingga 2 x 24 jam.

“Banyak awak kendaraan yang juga belum bisa menunjukkan dokumen perjalanan itu,” katanya.

Dokumen perjalanan itu, diperlakukan untuk penumpang atau awak kendaraan yang melakukan perjalanan antar kota antar provinsi (AKAP) atau perjalanan di atas 200 kilometer. Sementara untuk antar kota dalam provinsi (AKDP) hanya dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Eko merata-rata selama pelaksanaan PPKM Darurat ini, jumlah penumpang yang berada di terminal Selo Aji setiap harinya dibawah 200 orang. Jumlah tersebut juga hampir sama dengan kedatangan. Momen menjelang hari raya Idul Adha pun tidak mempengaruhi lonjakan dari penumpang.

“H-1 Idul Adha pun masih tampak sepi, tidak ada lonjakan armada maupun penumpang. Mungkin masyarakat kita sadar, karena ada PPKM Darurat perjalanan yang sekiranya tidak penting akhirnya dibatalkan,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar