Peristiwa

Nahdliyin Pamekasan Tanyakan Komitmen Polres Terkait Kasus Pelecehan Ketua PCNU

Pamekasan (beritajatim.com) – Nahdliyin Pamekasan mempertanyakan komitmen Polres Pamekasan, dalam mengungkap sekaligus menangkap pemilik akun media sosial (medsos) yang melecehkan Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim.

Kekecewaan tersebut disampaikan saat ribuan Nahdliyin melakukan unjukrasa lanjutan ke Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Jum’at (9/10/2020). Di mana aksi tersebut, merupakan lanjutan dari aksi serupa yang mereka lakukan di Mapolres, Senin (5/10/2020) lalu.

Bahkan pada aksi kali ini, jumlah massa lebih banyak dibandingkan aksi sebelumnya. Bahkan petugas kepolisian juga harus di siagakan di berbagai titik, khususnya di berbagai pintu masuk maupun keluar dari/menuju Mapolres Pamekasan, mulai dari akses jalan raya hingga gang.

Terkebih pada aksi tersebut, ribuan nahdliyin yang terdiri dari jajaran pengurus PC, MWC hingga pengurus ranting, termasuk sejumlah Badan Otonom (Banom) NU, termasuk Banom Fatayat juga ikut serta dalam aksi yang membuat akes jalan raya di Pamekasan, tersendat dan macet.

“Kedatangan kami kesini (Mapolres Pamekasan) dalam rangka mendesak agar pihak kepolisian serius menangani kasus ini, sekaligus mengungkap dan menangkap pemilik akun facebook Mohammad Izzul,” kata salah satu orator aksi, Moh Faridi.

Bahkan pihaknya mempertanyakan komitmen dan keseriusan Polres Pamekasan, dalam menuntaskan kasus yang melukai hati warga nahdliyin. “Sebenarnya pihak kepolisian memiliki segala macam perangkat canggih untuk mengungkap siapa pemilik akun yang menghina ulama kami, tetapi hingga saat ini pelaku juga belum ditangkap,” sesalnya.

“Dari itu kami kembali mendesak agar Polres Pamekasan segera menangkap pemilik akun Mohammad Izzul, karena bagaimanapun kasus (ujaran kebencian) ini sangat melukai warga NU,” tegas pria yang akrab disapa Faridi.

Sebelumnya Polres Pamekasan juga sudah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) ke-3 yang ditujukan kepada Koordintor Aksi, Miftahul Munir, Rabu (7/10/2020). Di mana dalam surat tersebut terdapat poin jika kasus pencemaran nama baik dilimpahkan ke Polda Jawa Timur.

Bahkan salah satu alasan pelimpahan kasus tersebut, juga dituliskan sebagai upaya untuk mengantisipasi, mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona alias Covid-19, khususnya di Kabupaten Pamekasan. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar