Peristiwa

Musim Hujan, Saluran Drainase di Jalan Kota Gresik Dibersihkan

Gresik (beritajatim.com) – Dua kali diguyur hujan deras, saluran drainase di sudut-sudut jalan Kota Gresik mulai dibersihkan oleh petugas.

Pantauan di lapangan, saluran selebar dua meter dengan kedalaman satu meter itu cukup bersih. Sebab, dua hari sebelumnya sumbatan di drainase itu sudah dibersihkan. Terakhir, petugas mengangkat batang pohon, batang bambu, hingga sampah lain dari lokasi itu.

Kemudian hari Minggu ini (1/11) selepas hujan, petugas juga membersihkan area tersebut. Sebuah batang pohon pisang serta balok kayu berukuran besar diangkat.

Yudhi (28), salah seorang warga Jalan Samanhudi Gresik menyebutkan daerahnya setiap musim hujan selalu menjadi langganan banjir. Sebab, daerah itu merupakan titik temu saluran air dari kota. Belum lagi kondisi saluran yang sudah tidak memungkinkan.

“Di dalam sini merupakan area crossing ada jaring besi. Nah itu belum pernah dibongkar. Kalau hujan banjir bisa setinggi 50 sentimeter,” ujarnya, Minggu (1/11/2020).

Terkait dengan ini, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi kemarin melihat kondisi saluran. Sebab, setiap tahun Jalan Samanhudi menjadi langganan banjir. Menurutnya, drainase di area Pasar Gresik itu perlu direnovasi.

“Ini perlu dibongkar. Kemudian penutup-penutupnya juga dicopot. Dibiarkan terbuka saja jadi pemeliharaannya mudah kalau ada yang menyumbat. Nah tinggal di titik batas jalan dibuatkan penutup beton. Sehingga, air tidak meluap ke jalan,” tuturnya.

Sementara di atas jalan atau di titik crossing, pihaknya meminta Dinas PUTR melihat kondisi dibawah jalan. Sebab, di crosingan itu tertutupi jaring besi. Sehingga banyak sekali reruntuhan beton hingga sampah yang menghambat laju ajr.

Itu baru di selatan jalan. Untuk yang di utara jalan lebih parah. Salurannya tertutup oleh beton, dan cukup sempit. Sehingga, untuk pemeliharaan sangat sulit. Kata warga setempat, saluran di utara jalan sudah puluhan tahun tidak dibongkar atau dibersihkan.

“Dilihat dari kontruksinya memang sulit untuk dibersihkan. Kami harap menjadi catatan DPUTR untuk memberikan solusi banjir di wilayah Pasar Gresik ini. Sebaiknya saluran disini dibiarkan terbuka karena juga tidak dilalui warga,” pungkas Abdullah Hamdi. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar