Peristiwa

Musim Hujan, Banyuwangi Siaga Banjir

Sejumlah warga bergotong royong melakukan normalisasi sungai di wilayah Kota Banyuwangi. (dok)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi sudah mulai memasuki musim penghujan. Bahkan, dua hari terakhir hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di semua wilayah.

Tak jarang, hujan juga membawa angin yang menyebabkan sejumlah daerah terkena dampak. Sejumlah pohon ambruk bahkan menimpa rumah warga hingga rusak.

Kali ini untuk menghadapi dampak lain, yakni ancaman banjir. Untuk itu, Banyuwangi telah melakukan langkah antisipatif. Mulai dari normalisasi saluran air dan sungai, membuat sodetan hingga membangun saluran baru secara bertahap telah dikerjakan.

“Sudah kita lakukan di semua sungai sejak November lalu oleh Dinas PU Pengairan. Hingga saat ini, sudah ada 20 lebih sungai yang telah dinormalisasi, di antaranya Sungai Setail di Sempu dan Sungai Garit di Alas Malang. Kita angkat sebagian besar endapannya dan bersihkan sampah-sampahnya,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (2/1/2020).

Tak terkecuali normalisasi Sungai Gurit di Desa Alasmalang, Singojuruh. Karena sungai ini sempat meluber karena tak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan banjir bandang.

“Sudah kami stand by kan alat berat di sini, jika sewaktu-waktu ada air datang dari hulu membawa material endapan, sungai bisa segera dikeruk dan material dari atas yang turut hanyut bersama air bisa langsung diangkat,” Asisten Administrasi Umum yang juga Plt Kadis PU Pengairan, Guntur Priambodo.

Selain itu, lanjut Guntur, pemkab juga melakukan penyiagaan sejumlah pintu air (bendungan). Mesin yang menggerakkan pintu-pintu bendungan, selalu dipastikan dalam kondisi yang baik dan berfungsi optimal. Utamanya di bendungan-bendungan besar. Seperti, pintu Dam Karangdoro, Dam Kali Setail, Dam Blambangan, dan dam ‘K’.

“Para penjaga pintu bendungan juga kami minta terus siaga, memantau debit sungai saat hujan ekstrem. Insha Allah ini bisa meminimalkan bencana. Pohon-pohon yang sudah tua dan keropos, juga sudah kami potong,” terangnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Banyuwangi, Danang Hartanto menambahkan pemkab intensif melakukan normalisasi saluran-saluran air di seluruh wilayah Banyuwangi, utamanya di daerah yang berpotensi besar tergenang air.

Normalisasi dilakukan mulai dari mengeruk sedimentasi (endapan), rehabilitasi dan revitalisasi saluran yang rusak, pemasangan screen untuk memperlancar aliran air, hingga merapikan pipa yang mengganggu saluran.

“Ada 15 titik se-Banyuwangi. Di antaranya di Jl. Banterang, Jl. Yos Sudarso, Jl. PB. Sudirman, dan Jl.Basuki Rahmad. Juga di luar perkotaan, seperti Kecamatan Rogojampi dan Sempu,” kata Danang.

Pemkab juga membuat sodetan di 2 titik, yakni di Jalan Yos Sudarso dan Brawijaya, tepatnya di depan Terminal Brawijaya. Sodetan adalah terusan untuk mengalirkan air ke saluran lain yang fungsinya untuk memperkecil hambatan.

“Jika saluran air tak mampu menampung air yang datang dalam jumlah besar, maka sodetan ini akan mengalirkan air ke saluran lain. Dengan demikian, air tidak sampai meluber ke jalanan,” jelasnya.

“Pemkab juga melebarkan sejumlah saluran yang sudah eksisting serta membangun saluran-saluran baru yang mengarahkan air ke saluran yang lebih besar. Seperti di Kelurahan Kebalenan, Taman Baru, Kampung Mandar, dan Rogojampi,” pungkasnya. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar