Peristiwa

Musim Banjir, Waspadai Ular Masuk Permukiman

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro dalam sehari melakukan dua kali evakuasi ular berbisa yang masuk permukiman warga, Sabtu (23/1/2021).

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Bojonegoro, Ahmad Adi Winarto mengungkapkan, saat hujan dan ada genangan, biasanya ular akan keluar dari sarang dan mencari tempat yang lebih aman.

“Intinya manakala hujan ular pasti akan keluar dari tempatnya mencari tempat yang lebih nyaman,” ujar Adi Winarto.

Evakuasi pertama dilakukan dua petugas Damkar di kolam ikan milik Bagus Satriyo (34) Warga Dusun Plosolanang, Desa Campurejo. Seekor ular Weling (bungarus candidus) sepnjang kurang lebih 1,5 meter berhasil dievakuasi.

“Evakuasi dilakukan dengan menggunakan tongkat penjepit ular dan berhasil diamankan dari dalam kolam,” ungkapnya.

Kemudian petugas juga mendapat laporan dari masyarakat bahwa terdapat ular Cobra (Naja Sputatrix) masuk ke dalam mesin cuci kendaraan milik warga Desa Ngraseh, Kecamatan Dander.

Ular cobra itu diketahui pemilik rumah, Khonifah (35) sekitar pukul 11.38 WIB kemudian dia melapor ke Mako Damkar. Respon terhadap laporan tersebut dua petugas kemudian ke lokasi melakukan penyisiran dilanjutkan penanganan. Satu ekor ular cobra sepanjang kurang lebih 40 cm berhasil diamankan.

Sekadar diketahui, dua hari terakhir beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro dilanda banjir, salah satunya banjir yang terjadi di Kecamatan Dander. Akibat banjir tersebut juga memutus jembatan penghubung desa Jatiblimbing dengan Desa Ngraseh.

Sedangkan puluhan warga di Desa Sukorejo, tepatnya yang bermukim di belakang tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani mengungsi karena kondisi air menggenangi rumah dan juga akses jalan. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar