Peristiwa

Mulai Malam Ini, Ruas Jalan Menuju Alun-alun Kota Mojokerto Dilakukan Penyekatan

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polresta Mojokerto akan melakukan pemberlakuan pendisiplinan masyarakat untuk menyikapi tingginya angka Covid-19 dengan cara penyekatan ruas jalan yang menuju Alun-alun Kota Mojokerto. Langkah ini dilakukan menyusul masih tingginya angka pasien positif Covid-19 di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, hasil rapat koordinasi (rakor) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto menghasilkan keputusan adanya pemberlakuan pendisiplinan masyarakat untuk menyikapi tingginya angka Covid-19. “Sementara angka kesembuhan masih stagnan atau belum ada peningkatan,” ungkapnya, Jumat (3/7/2020).

Sehingga menyikapi aktivitas masyarakat yang berinteraksi akhir-akhir di Kota Mojokerto cukup tinggi, terutama di malam Sabtu dan malam Minggu, akan dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat utamanya di Alun-alun Kota Mojokerto. Nantinya akan dilakukan penutupan akses ruas jalan menuju Alun-alun bekerja sama dengan komponen Gugus Tugas Kota Mojokerto.

“Sehingga harapannya, masyarakat nantinya memahami apa yang dilakukan oleh Gugus Tugas Kota Mojokerto ini merupakan cara untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19. Karena diketahui juga, contohnya saja kegiatan masyarakat melaksanakan keliling menggunakan sepeda di Kota Mojokerto cukup tinggi,” katanya.

Menurutnya, masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah dengan bersepeda di malam hari tersebut diketahui tidak hanya berasal dari Kota Mojokerto saja. Namun datang dari berbagai daerah sekitar Kota Mojokerto dan pemusatannya terjadi di Alun-alun Kota Mojokerto.

“Ada transmisi atau penyebaran itu dimungkinkan terjadi di seputaran Alun-alun, sehingga kita lakukan langkah awal yakni dilakukan pendisiplinan di Alun-alun. Kemudian nantinya kedepan tentunya ada berbagai sektor yang dilakukan penertiban seperti tempat kuliner, cafe atau restoran juga akan nanti dilakukan pembatasan jam operasionalnya,” katanya.

Di samping harus memenuhi protokol kesehatan, lanjut mantan Kapolres Sumenep ini, di tempat kuliner tersebut waktu kunjungnya juga akan dibatasi. Termasuk nantinya pemberlakuan delapan titik ruas jalan di Kota Mojokerto akan dilaksanakannya pembatasan perjalanan orang. Yakni ruas jalan keluar masuknya pengguna jalan ke Kota Mojokerto maupun keluar Kota Mojokerto.

“Ini baru dibahas, sedang dirancang instrumen hukumnya berupa Perwali. Nantinya, Perwali itu dicanangkan akan dan baru diperlakukan. Memang dalam maklumat Kapolri (berkerumun pada poin ke lima) sudah dilakukan tetapi itu dikhususkan daerah yang zona hijau. Sedangkan zona merah dan orange itu masih diberlakukan sepanjang memang kegiatannya mutlak untuk keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Kapolresta menambahkan, penyekatan ruas jalan yang menuju Alun-alun Kota Mojokerto tersebut akan dimulai pada, Jumat malam ini dan seterusnya. Pihaknya akan konsentrasi di malam Sabtu dan malam Minggu. Yakni mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Namun nanti akan dilihat perkembangan situasi untuk kemudian dilakukan evaluasi. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar