Peristiwa

Mulai Besok, Sopir Bus di Terminal Bojonegoro Tak Beroperasi

Sejumlah bus sedang menunggu penumpang di pemberangkatan Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Budiono siang itu hanya duduk-duduk di sebuah anak tangga tempat pemberangkatan penumpang di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro. Bus yang dia sopiri masih ngetem atau menunggu penumpang yang akan naik.

Tetapi, hingga setengah jam dia menunggu tidak satu pun bangku bus terisi penumpang. Sehingga terpaksa, keberangkatan dari terminal Bojonegoro ke Terminal Tambak Osowilangun Surabaya dengan bangku kosong. Dia masih berharap di jalan ada penumpang.

“Sepi sekali penumpang. Masih mending tahun kemarin, tahun ini benar-benar sepi,” ucapnya sebelum dia berangkat dengan busnya, Rabu (5/5/2021).

Menurut warga asal Dusun Kalipang, Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro itu, meski dalam suasana Ramadan namun tidak mempengaruhi adanya penambahan jumlah penumpang. Dalam sehari trayeknya bisa mengangkut penumpang sebanyak 15 orang sudah bagus.

“Saya dua kali trayek (pulang – pergi). Trayek pertama hanya mengangkut empat orang ke Wilangun,” ucap sopir Bus PO Dali Prima itu.

Dalam kondisi sepi seperti saat ini, kata dia, sehari hanya bisa dapat setoran Rp75 ribu. Sepinya penumpang membuatnya cemas. Alih-alih untuk kesiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri yang sebentar lagi, hasil trayeknya hanya cukup untuk upah makan.

“Belum terpikir kesiapan lebaran nanti. Apalagi besok sudah tidak narik lagi karena ada larangan mudik,” ungkapnya.

Adanya larangan mudik, kendaraan umum tidak beroperasi lagi. Sejumlah penyekatan apalagi sudah disiapkan dibeberapa titik. Larangan mudik itu diberlakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 yang masih terjadi saat ini. Penyekatan bagi para pemudik dilakukan mulai besok, 6-17 Mei 2021 dibeberapa titik.

Di Bojonegoro, pos penyekatan dibangun ditiga titik yaitu di Kecamatan Margomulyo perbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Kecamatan Padangan perbatasan Jawa Timur dengan Kabupaten Blora Jawa Tengah dan pos penyekatan di Kecamatan Gondang perbatasan dengan Kabupaten Nganjuk dengan penjagaan 24 jam. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar