Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Miqat di Bir Ali

Mulai Besok, Jemaah Haji Indonsia Diberangkatkan dari Madinah ke Makkah

Masjid Bir Ali. [foto/kemenag.go.id]

Madinah (beritajatim.com) – Fase operasional haji akan masuk pada tahap pemberangkatan jemaah haji dari Madinah ke Makkah. Pergerakan ini akan berlangsung mulai Minggu 12 Juni 2022.

Jemaah diberangkatkan dari Madinah ke Makkah setelah menyelesaikan proses Arbain. Yaitu, salat berjamaah di Masjid Nabawi sebanyak 40 waktu. Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah ini akan ditandai dengan keberangkatan dua kloter, yakni kloter pertama embarkasi Solo (SOC 1) dan Jakarta – Pondok Gede (JKG 1).

Kasie Sektor Bir Ali Aruji Maswatu menjelaskan, dua kloter tersebut akan diberangkatkan dari hotel masing-masing pada pukul 16.00 waktu Arab Saudi (WAS) setelah shalat Ashar di Masjid Nabawi. “Arbain terakhirnya Ashar. Setelah itu, jemaah haji akan naik bus menuju Bir Ali,” kata Aruji di Madinah, Sabtu (11/6/2022), sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Mereka akan singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat pelaksanaan umrah wajib. Miqat adalah batas atau tempat dimulainya para jamaah umrah atau haji untuk berihram sekaligus memulai niat. Khusus bagi jemaah yang datang dari Madinah, mereka mengambil miqat di Bir Ali.

“Tempat ini terletak 11 kilometer dari Masjid Nabawi. Tepatnya sebelah barat Lembah Aqiq. Di sana, ada sebuah masjid berdiri, namanya Masjid Bir Ali,” terangnya.

Sampai di Bir Ali, jemaah akan turun sesuai urutan busnya. Mereka akan diarahkan ke pintu-pintu khusus bagi jemaah perempuan dan laki-laki untuk berwudhu. Mereka diimbau melaksanakan salat sunah dua rakaat, baik salat tahyatul masjid maupun salat sunah umrah.

“Para petugas di Bir Ali siap mengarahkan para jamaah haji ini hingga ke masjid, baik jamaah perempuan dan laki-laki akan dipisahkan,” jelasnya.

“Sebelum meninggalkan masjid, jemaah niat umrah wajib, lalu petugas mengarahkan mereka ke bus lewat pintu masuk yang sama. Jadi, pintu masuk dan keluar sama,” kata Aruji.

Sebelumnya, para petugas akan memastikan seluruh jemaah telah berniat umrah dan berihram. Petugas juga akan mengingatkan mereka untuk tidak melanggar larangan ihram, misalnya memakai pakaian berjahit dan lainnya.
Di Sektor Bir Ali, lanjut Aruji, ada 15 personil yang bertugas, tiga di antaranya adalah perempuan.

Mereka akan bekerja melayani jemaah dari pukul 07.00 pagi sampai 16.00 waktu Arab Saudi. “Rencananya ada 5-6 kloter per hari, tetapi untuk yang awal hanya dua kloter pada tanggal 12 Juni itu,” tutup Aruji. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar