Iklan Banner Sukun
Peristiwa

MUI Pusat Disarankan Terbitkan Panduan Kegiatan Tarikat untuk Masyarakat

Jember (beritajatim.com) – Pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) disarankan menerbitkan panduan tentang kegiatan tarikat yang bisa diikuti oleh orang awam, khususnya menyangkut tentang pemahaman syariat, thariqat, hakikat.

Saran ini disampaikan Ketua MUI Jember KH Abdul Haris. “MUI Pusat juga agar mempunyai database tentang kelompok-kelompok keagamaan yang berkembang di Indonesia dengan memaksimalkan kerjasama MUI daerah dan pemkab, kepolisian, dan kejaksaan,” katanya.

Permintaan ini disampaikan Haris, setelah menemukan fakta bahwa pengikut kelompok Tunggal Jati Nusantara yang menjalankan ritual maut di Pantai Payangan beberapa waktu lalu menyebut diri mereka sebagai kelompok tarikat aliran Sattariyah.

“Saya melihat banyak orang awam yang tidak bertahap (mempelajari Islam). Salat tidak begitu bagus, membaca Alquran tidak begitu paham, langsung masuk tarikat, masuk hakikat. Ini kadang berdampak pada (mempertanyakan ibadah orang lain): kok masih salat? Itu namanua Islam hakikat. Yang paling penting menyadari keberadaan Allah dan berbuat baik, tapi salat dan syariat gak usum (tidak perlu),” kata Haris.

Dengan panduan tersebut, masyarakat awam akan memahami posisi dalam beragama. “Semoga rekomendasi kami didengar MUI pusat,” kata Haris. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar