Peristiwa

MTs Negeri 4 Malang Terendam Banjir 3 Meter

Malang (beritajatim.com) – Banjir di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mengakibatkan MTs Negeri 4 Malang terendam air hingga setinggi sekitar 3 meter.

Meskipun tergenang air, namun proses belajar mengajar di hari pertama masuk sekolah Kamis (2/1/2020) tetap berjalan normal. Kegiatan pelajaran tetap berlangsung, sekalipun air baru mulai surut siang hari ini.

“Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. Siswa tetap masuk kelas pada hari pertama ini,” ungkap Ahmad Ali, Kasek MTs Negeri 4 Malang, Kamis (2/1/2020).

Menurut Ali, hanya satu ruang kelas saja yang terdampak banjir, yakni ruang kelas VIII G. Kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut, langsung dipindahkan ke ruang Laboratorium IPA di lantai dua. “Kondisi air sudah mulai surut. Selanjutnya akan segera kami lakukan pembersihan, karena banyak lumpur yang masuk,” ujarnya.

Menurut Ali, kejadian banjir seperti ini, tidak terjadi setiap tahun. Pada tahun 2018 lalu, tidak terjadi banjir. Banjir terjadi pada tahun 2017 lalu dengan kondisi yang hampir sama dengan kejadian kali ini.

Penyebab banjir, karena luapan air bah dari warga yang masuk ke halaman sekolah. Pasalnya, keberadaan sekolah lebih rendah dibanding permukiman warga. “Air tidak bisa keluar, lantaran saluran pembuangan air terbatas dan buntu,” tuturnya sembari mengatakan bahwa di MTs Negeri 4 Malang ada 698 siswa.

Sementara itu, Kasubsie Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo, mengatakan bahwa genangan air yang merendam MTs Negeri 4 Malang, terjadi sekitar pukul 13.15, Rabu (1/1/2020) kemarin. Banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sejak pukul 12.30 hingga pukul 16.30.

“Intensitas hujan saat itu memang cukup deras. Saluran pembuangan air tidak menampung, sehingga air hujan menggenang di halaman sekolah tersebut,” terang Mudji Utomo.

Dikatakannya, ketinggian air mencapai 2,5 meter sampai 3 meter. Genangan air hujan tersebut, selain merendam satu ruang kelas, juga lapangan basket, parkiran sepeda motor, gazebo sekolah serta kantin.

Belum ditafsir berapa total kerugian akibat banjir yang terjadi. Namun diperkirakan kerugian yang dialami oleh pihak sekolah mencapai sekitar Rp 75 juta. “Setiap hujan deras, lokasi ini memang rawan terjadi banjir. Karena halaman sekolah lebih rendah dari jalan dan permukiman rumah warga,” paparnya.

Petugas PMI dan BPBD Kabupaten Malang langsung turun ke lokasi. Petugas dari Polsek dan Koramil Sumbermanjing Wetan juga masih bersiaga sekaligus membantu melakukan pembersihan sisa banjir setelah air surut. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar