Peristiwa

Motif Penculikan Wanda Karena Pelaku Tak Terima Diputus Sebagai Pacar

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus penculikan Wanda Novia Putri (23), ternyata dilatarbelakangi motif sakit hati oleh pelaku yang tidak lain adalah mantan pacar korban yakni IB (29) warga Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, dari pemeriksaan, aksi penculikan disertai pemerkosaan itu, pelaku IB dibantu tiga rekannya dimana dua diantaranya sudah tertangkap yakni dilakukan HKM (40), dan ZN (30) warga Dusun Brakas Jaya Kelurahan Guluk-Guluk kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Madura.

Sedangkan satu orang lagi yang diduga terlibat yaitu MQ, masih dalam pengejaran. “Ada satu lagi pelaku MQ masih dalam pengejaran polisi. Serta pemilik rumah juga akan kita kenakan pasal karena ikut serta dalam dugaan penculikan ini,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Selasa (11/8/2020).

Sudamiran menjelaskan, kasus ini bermula saat tersangka IB yang tak lain mantan pacar korban ini tak terima diputus. Sebab, sebelum ada pandemi virus, hubungan mereka baik-baik saja dan berencana hendak menetapkan tanggal pernikahan.

Namun semua itu sirna setelah korban menunda beberapa kali dan berujung putus hubungan tanpa sebab. IB mantan pacar korban pun kalap dan hendak menculik korban dengan membujuk agar mau diantarkan pulang. Seusai pulang kerja pada Selasa 4 Agustus kemarin, korban pun dijemput menggunakan mobil dan di dalam mobil ada 3 orang rekan tersangka.

“Akhirnya korban dibawa ke kawasan Sumenep dan sengaja tidak dipulangkan. Sampai ada laporan kepolisian dan kita tangani bekerjasama dengan Polres Sampang untuk menangkap pelaku dan mengamankan korban yang disekap dalam kamar,” terang Sudamiran.

Selain menyekap korban di rumah Habibi (rekan pelaku lainnya, red) yang tidak jauh dari rumah tersangka. Ironisnya, selain tidak diperkenankan pulang, korban juga dipaksa berhubungan badan dengan tersangka IB sebanyak tiga kali. “Korban diancam jika tidak bersedia maka tidak akan diantarkan pulang. Untuk tindak pidana pemerkosaan masih kita dalami dan korban saat ini sedang dalam menjalani proses visume,” tambahnya.

Tak hanya itu, pelaku juga merampas barang-barang milik korbannya, diantaranya, Hp, laptop, tas dan sepeda motor korban. Menurutnya, motif penculikan dan penyekapan ini didasari sakit hati lantaran korban dan keluarganya enggan alias tidak setuju dinikahi pelaku. “Polisi masih mengembangkan kasus ini, termasuk mendalami psikologis korban. Serta mengejar pelaku lainnya,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal 328 KUHP tentang penculikan dengan ancaman 12 tahun penjara dan pasal 333 ayat (1) KUHP tentang merampas kemerdekaan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar