Peristiwa

Momen Lebaran, 18 Warga Tlogomas Malang Dinyatakan Positif Covid-19

Suasana di masjid Al-Waqar di komplek perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Di tengah momen lebaran Idul Fitri 2021 warga Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Kota Malang dihebohkan dengan kasus penyebaran Covid-19. Sebanyak, 18 orang dinyatakan positif Covid-19 sebagian di rawat di Rumah Sakit sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah.

Ketua RW setempat, Adam Wiryawan menduga penyebaran Covid-19 berasal dari klaster Masjid Al-Waqar di komplek perumahan. Kasus ini diduga bermula pada dua pekan Ramadhan. Saat itu ada warga yang terindikasi positif tetapi tidak melaporkan ke warga. Lalu berlanjut di keluarga lainnya hingga di test swab PCR dan antigen diketahui 18 orang positif Covid-19.

“Tetapi keluarga pertama ini menutupi hingga muncullah keluarga kedua dan seterusnya yang terpapar Covid-19. Untuk keluarga kedua ini mereka jarang pergi keluar rumah apalagi keluar kota tidak pernah. Dugaan sementara dari masjid, 5 orang positif sesuai PCR sisanya swab antigen,” kata Adam, Senin (17/5/2021).

Adam mengungkapkan, lima orang yang positif Covid-19 awalnya berinisiatif test swab mandiri karena salah satu indra penciuman hilang rasa. Setelah hasilnya positif mereka melapor ke RW. Kemudian tracing dan testing dilakukan kepada warga yang kontak erat hingga diketahui 18 orang positif Covid-19.

Adam mengungkapkan, langkah taktis yang dilakukan perangkat RW adalah menutup masjid selama 14 hari. Dugaan klaster masjid saat kegiatan ibadah di bulan Ramadhan karena warga mulai kendor dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Gara-garanya ada beberapa yang tidak mau masker, tidak mau jaga jarak, sudah kita suruh jaga jarak ada yang tidak mau. Misal kalau renggang itu dimasuki, tengahnya. Itu yang menyebabkan mungkin ya terlalu dekat. Lalu, sudah di depan termasuk alat cuci tangan,” papar Adam.

Adam mengatak, sejak awal pandemi Covid-19 sebenarnya perangkat RW di perumahan ini telah mengantisipasi dengan sejumlah langkah sesuai protokol kesehatan pencegahan. Satpam yang bertugas di gapura perumahan memperketat penjagaan.

“Terus yang sudah kita lakukan sejak lama tahun lalu pertemuan pertemuan keluarga sudah kita minimalkan dan ditiadakan termasuk senam pagi Seminggu sekali kita tiadakan. Paling pol kita ada kerja bakti di jalur kembar itu saja kan sambil berjemur,” tandas Adam. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar