Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Mobil Strobo dan Sirine yang Viral Itu Akhirnya Kena Tilang Polisi, Ditilang saat Parkir di Rumah Makan

Hafiez meminta maaf di Polresta Malanf Kota karena menyalakan strobo dan sirine di mobil pribadinya.

Malang (beritajatim.com) – Viral di media sosial seorang pengendara mobil Honda Brio Putih berjalan dengan lampu strobo dan sirine di jalanan Kota Malang. Mobil yang berlagak seperti Patwal itu otomatis membuat pengendara lainnya langsung menepi.

Aksi ini terekam kamera pengguna jalan lainnya. Akun tiktok dengan nama @bangruli97 langsung membagikan video ini dengan caption ‘Viral Se Indonesia…!!!Arogan Sangat Berbahaya Mobil di Malang Maazzzzeh’. Video ini kemudian viral dan membuat Satlantas Polresta Malang Kota bergerak cepat untuk melakukan penindakan pelanggaran atau tilang.

Pengendara mobil itu ternyata warga Jakarta yang sedang memiliki keperluan di Malang. Dia adalah Hafiez (21 tahun). Dia diberi surat tilang oleh polisi saat personel Satlantas Polresta Malang Kota mengetahui mobil miliknya terparkir di sebuah rumah makan di daerah Jalan Wilis, Kota Malang, pada Selasa (17/5/2022) kemarin.

 

Hafiez lantas meminta maaf atas tindakan arogannya itu. Dia menyesali perbuatannya karena telah meresahkan masyarakat. Hafiez mengaku baru beberapa hari memasang strobo dan sirine. Selain meminta maaf dia pun rela strobo dan sirine dilepas oleh Satlantas Polresta Malang Kota.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena menyalakan sirine rotator semoga dimaafkan karena telah menjadi viral. Saya berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut. Alasan saya ini variasi, baru kemarin karena ada kepentingan waktu itu,” kata Hafiez.

Sementara itu, Kanit Reg Ident Satlantas Polresta Malang Kota, AKP Rahandy Gusti Pradana mengatakan, bahwa strobo dan sirine hanya diperbolehkan untuk kendaraan tertentu dan prioritas. Atas perbuatanya, Hafiez dijerat pasal 287 ayat 4 Junto 59 ayat 3 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman denda tilang sebesar Rp250 ribu.

“Strobo atu sirine hanya untuk kendaraan prioritas tertentu dan tidak diperkenan untuk kendaraan pribadi ataupun umum. Sehingga kita lakukan tilang mobil kita amankan, dan kita kenakan denda maksimal Rp250 ribu,” tandasnya. [luc/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar