Peristiwa

Minim Tenaga, Pemulihan Pasca Gempa di Malang Berjalan Lambat

Malang (beritajatim.com) – Upaya pemulihan wilayah pada hari ke 10 terdampak gempa di Kabupaten Malang ini, temui sejumlah kendala. Salah satunya seperti yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Majangtengah Kecamatan Dampit. Minim Tenaga dan sedikit bantuan berupa material bangunan, jadi alasan utama lambannya proses pemulihan kondisi.

Pantauan beritajatim.com Senin (19/4/2021) di Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, bekas reruntuhan rumah akibat gempa berkekuatan 6,1 skala richter (SR) pada Sabtu (10/4/2021) lalu tersebut masih tampak berserakan. Hanya sebagian yang sudah dibersihkan.

Selain itu, pembangunan tenda darurat yang rencananya akan digunakan untuk hunian sementara (huntara), juga masih hanya 2 unit yang sudah didirikan. Hal itu juga disebabkan karena sejumlah kendala.

Yakni kurangnya material bangunan. Dan minimnya personel yang bertugas di lapangan. Pengendali Posko Relawan Dusun Krajan Desa Majangtengah Kecamatan Dampit, Suliyono menjelaskan bahwa sebenarnya saat ini, yang ia targetkan adalah perbaikan pada rumah yang rusak ringan.

“Kalau ada kontinuitas personel, sebenarnya hingga hari ini targetnya masih pada perbaikan rumah yang rusak ringan. Namun, karena sejumlah personel dan relawan sudah ada yang ditarik, maka terpaksa harus tertahan dulu. Karena memang mereka (personel dan relawan) ada tugas dan kewajiban lain yang harus mereka tuntaskan,” ungkap Suliyono, Senin (19/4/2021).

Menyikapi tersebut, Suliyono bersama tim nya sudah berupaya memberikan dorongan. Contohnya seperti memberikan beberapa material seperti semen untuk rumah yang mengalami rusak ringan.

“Sebenarnya dari kami sudah ada dorongan. Misalnya rumah yang rusak ringan kami kirim dua sak semen, rumah yang rusaknya sedikit lebih, kami beri tiga sak semen. Tapi ya karena tenaganya minim, kami tidak mau ambil resiko. Artinya, meskipun material sudah ada tapi tidak mungkin dikerjakan asal-asalan. Malah menambah bahaya,” tegas Suliyono.

Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat yang turut menjadi korban gempa bisa bersabar. Hal itu juga mengingat luasnya wilayah di Kabupaten Malang yang terdampak gempak 6,1 SR tersebut.

“Ya saya harap masyarakat bisa bersabar. Dan saya rasa, semua posko relawan juga menghadapi problemnya masing-masing,” pungkasnya. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar