Peristiwa

Meski Sudah Hujan, Droping Air Bersih di Ponorogo Masih Jalan

Petugas BPBD menyalurkan air bersih ke wadah-wadah warga.(foto : BPBD Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) РMeski beberapa wilayah di Ponorogo sudah pernah diguyur hujan, namun kekeringan masih melanda di bumi reyog. Itu tampak  dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo yang setiap hari masih melakukan droping air bersih.

”Jadi hujan yang masih mengguyur akhir-akhir ini belum berpengaruh terhadap wilayah yang terdampak kekeringan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Jumat (29/11/2019).

Malahan, kata Budi saat ini dalam perkembangan ada penambahan lokasi atau titik kekeringan. Berdasarkan data yang dihimpun beritajatim.com, lokasi droping air bersih tersebar di 7 kecamatan, 15 desa dan 27 dusun. Data terbaru menjadi 10 kecamatan, 57 desa dan 41 dusun yang membutuhkan droping air bersih.

”Permintaannya biasanya melalui surat dari kepala desa terkait permohonan bantuan air bersih. Setelah itu kami tindak lanjuti,” katanya.

Pendistribusian air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan bukan tanpa kendala. Budi menyebut di wilayah tertentu pihaknya harus balik kanan, sebab jalan yang akan dilalui sedang dalam perbaikan.

Saat ini titik kekeringan yang belum bisa diakses, seperti di Dusun Watu Agung Desa Dayakan Kecamatan Badegan, Desa Grogol di Kecamatan Sawoodan di Desa Wates Kecamatan Slahung. Kalau seperti itu untuk sementara warga mengambil air di sekitar situ atau di tetangga desa yang masih bisa mendapatkan air.

Dalam sehari, Budi menyebut pihaknya rata-rata melakukan droping air bersih sebanyak 5-7 truk tangki. Bahkan dalam seminggu, pada waktu sehari bisa sampai hingha 14 truk tangki.

”Sesuai predikai BMKG, akhir bulan ini musim kemarau berakhir, namun kenyataannya sampai sekarang hujannya belum maksimal. Jadi kemungkinan pertengahan atau akhir Desember sudah memasuki musim penghujan,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar