Peristiwa

Meresahkan, 5 Anak Jalanan Diamankan Satpol PP Magetan

Lima anak jalanan yang diamankan di Kantor Satpol PP Magetan, Jumat (16/4/2021). [Foto/Ade Mas Satrio]

Magetan (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magetan menjaring lima anak punk atau anak jalanan saat mengamen di traffic light Karangrejo dan Terminal Maospati.

“Anak punk tersebut diamankan atas laporan masyarakat dan pengguna jalan yang mengaku resah dengan keberadaan mereka,” kata Kabid Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Magetan, Fery Yoga Saputra kepada beritajatim.com, Jumat (16/4/2021).

Razia penertiban tersebut berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dan tidak nyaman saat berada di lampu merah. Selain itu penampilan mereka yang menyeramkan dengan banyak tato di badan membuat pengendara perempuan merasa takut.

“Kita lakukan penertiban dan kita amankan lima anak punk dari dua tempat. Selanjutnya kita bawa ke kantor dan kita data,” jelas Fery.

Setelah diamankan, kelima anak jalanan tersebut langsung dibawa ke kantor Satpol PP Magetan untuk dilakukan pendataan dan diberikan pembinaan serta pernyataan tidak mengulangi perbuatanya. Mereka diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Magetan untuk dikirim ke panti rehabilitasi sebelum dipulangkan daerah masing-masing.

Ia menambahkan, tujuan dilakukan operasi ini untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Magetan. Karena, aktifitas mereka melangar Perda Kabupaten Magetan Nomer 3 tahun 2014 pasal 19 tentang larangan meminta minta dan mengamen di jalan raya.

“Dalam pasal tersebut, setiap orang tidak diperkenankan meminta-minta ataupun ngamen di pinggir jalan, kita akan tindak tegas demi menciptakan kentetraman,” tutupnya. [asg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar