Peristiwa

Mereka Beruntung Berkat Jembatan Gantung

Hj Sadarestuwati mencoba jembatan gantung yang baru diresmikannya

Jombang (beritajatim.com) – Berkat jembatan gantung warga di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung dan Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, Jombang, sungguh beruntung. Mereka bisa memangkas jarak. Karena warga tidak lagi berputar sejauh 2 kilometer untuk pergi ke desa sebelah.

Para ibu-ibu tidak lagi repot mengantarkan anaknya menggunakan sepeda motor ketika si buah hati ke sekolah. Kegembiraan itu pula yang dirasakan ibu-ibu warga setempat. Oleh karena itu, mereka ikut menyaksikan ketika jembatan gantung tersebut diresmikan oleh anggota komisi V DPR RI, Hj Sadarestuwati, Kamis (21/2/2019).

“Warga Dusun Tragal, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, menyekolahkan anaknya di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung. Karena di Dusun Tragal tidak ada sekolah, baik TK maupun SD. Sekolah yang paling dekat berada di Desa Karobelah. Satu-satunya jembatan berjarak dua kilometer. Jembatan itulah yang setiap hari kami lewati,” kata Abduurofik (54), salaah satu Ketua RT di Dusun Tragal, sembari memandang jembatan gantung berwarnak perak yang berdiri kokoh di depannya.

Sudah begitu, jembatan lama yang biasa digunakan oleh warga kondisinya cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, kontruksi jembatan tersebut sudah rapuh, bahkan miring karena tergerus sungai. Padahal, untuk pergi ke pasar, ke sekolah, jembatan lama itulah menjadi akses satu-satunya.

Namun keresahan warga itu terobati. Karena di atas sungai tersebut kini berdiri jembatan gantung dengan kontruksi baja. Apalagi, letak jembatan tersebut persis di ujung desa. Sehingga begitu keluar dari desa, warga langsung memasuki jembatan berwarna perak itu untuk menuju desa lainnya.

“Sekarang anak-anak sekolah sudah berani berangkat sendiri. Dengan menunggang sepeda angin, mereka melewati jembatan ini. Anak-anak yang sekolah dari Dusun Tragal ke Desa Karobelah jumlahnya puluhan,” katanya menjelaskan.

Diresmikan Anggota DPR RI

Meski jembatan gantung tersebut diresmikan oleh anggota DPR RI, namun prosesinya penuh kesederhanaan. Hanya ada tenda kecil di pinggir sungai. Para undangan duduk berjajar di kursi yang telah disiapkan, termasuk anggota komisi V DPR RI, Hj Sadarestuwati.

Hj Sadarestuwati saat melakukan pengguntingan pita

Tepat ketika gerimis jatuh dari langit, politisi dari PDI Perjuangan ini naik ke mulut jembatan. Nampak pula Kapolsek serta Camat Mojoagung. Selanjutnya, mereka memotong pita sebagai tanda diresmikannya jembatan. Tepuk tangan hadirin langsung pecah.

Mbak Estu, panggilan akrab Sadarestuwati, berharap hadirnya jembatan gantung tersebut bisa mendongkrak perekonomian warga. Karena dengan adanya jembatan tersebut, akses ke pasar, ke sawah, semakin dekat. Anak-anak juga semakin mudah ketika berangkat dan pulang sekolah.

Berapa anggaran pembangunan jembatan tersebut? Wanita berkacamata minus ini menjelaskan, anggaran jembatan itu bersumber dari APBN 2018. Jumlahnya mencapai Rp 5,9 miliar. “Namun anggaran sebesar itu untuk dua titik jembatan. Pertama di Sungai Gunting, Desa Karobelah, Jombang, ini. Kedua, jembatan gantung di atas Sungai Pikatan Mojokerto,” ujarnya merinci.

Anggota DPR asal Dapil Jatim VIII ini menambahkan, hadirnya jembatan gantung tersebut tidak lepas dari program Presiden Jokowi terkait infrastruktur. Karena pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dibangunnya infrastuktur akan berdampak pada sektor lainnya.

Mbak Estu mengungkapkan, pada awalnya ia mengusulkan pembangunan jembatan gantung di Dusun Nampu, Desa Pojokklitik, Kecamatan Plandaan, Jombang, ke pemerintah pusat. Karena ketika musim hujan, guru-guru harus menyeberang sungai saat berangkat mengajar. Hanya saja, pemerintah Desa Pojokklitik tidak berkenan dibangun jembatan. Sehingga program tersebut dialihkan ke Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung.

Pasalnya, warga di Karobelah dan Kedungpapar juga membutuhkan. Karena sebelumnya, mereka harus berputar sejauh 2 kilometer untuk menuju masing-masing desa. Yakni melewati jembatan yang kondisinya sudah rusak dan membahayakan.

Walhasil, kondisi seperti itu kini tak terjadi lagi. Jembatan gantung rangka baja dengan panjang 42 meter dan lebar 1,8 meter sudah kokoh berdiri di atas Sungai Gunting. “Semoga hadirnya jembatan gantung ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Bisa memudahkan masyarakat dalam menggerakkan roda ekonomi,” pungkasnya. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar